TopCareerID

Bahan Terbaik dan Terburuk untuk Tambahan Kopi (Bagian 1)

Ilustrasi: Medium

Ilustrasi: Medium

Topcareer.id – Untuk secangkir kopi yang nikmat, terkadang pesanan ektra atau menambahkan sesuatu di dalamnya semakin menambah kenikmatan. Setiap orang tentu berbeda-beda selera. Ada yang gemar menambahkan susu atau malah gula putih.

Terlepas dari itu, sebenarnya bahan tambahan untuk secangkir kopi punya nilai tersendiri. Ada yang baik dan buruk untuk kesehatan.

Melansir HuffPost, beberapa ahli gizi memberikan nasihatnya apakah tambahan kopimu itu memiliki efek negatif, positif, atau netral pada kesehatanmu.

1. Pemanis Buatan (Netral)

Pengganti gula memiliki banyak nama, dari Splenda (sucralose) hingga Equal (aspartam). Tetapi mereka semua melakukan satu hal, yaitu memberikan alternatif yang lebih rendah kalori daripada gula tradisional, yang mengandung 16 kalori per sendok teh.

Bergantung pada mereknya, pemanis buatan sebenarnya bisa terasa 200-700 kali lebih manis daripada sukrosa, jadi sedikit saja sudah cukup.

“Pengganti gula tidak hanya meningkatkan kelezatan kopi, tetapi juga dapat mencegah kerusakan gigi dan bahkan lonjakan gula darah bagi individu yang menderita diabetes,” ahli diet terdaftar Kimberly Rose-Francis menyarankan.

2. Gula Putih (Negatif)

Gula tidak memenuhi kebutuhan nutrisi apa pun, dan mengonsumsi terlalu banyak gula dapat menyebabkan banyak risiko kesehatan, termasuk diabetes dan penambahan berat badan, menurut ahli diet terdaftar Stefani Sassos.

“The American Heart Association merekomendasikan pria mendapatkan 9 sendok teh gula tambahan setiap hari dan wanita tidak lebih dari 6.

Jika rata-rata orang meminum satu hingga dua cangkir kopi setiap hari dan menambahkan sekitar 2 sendok teh gula, itu bisa jadi sekitar 20-65% untuk wanita atau sekitar 30-40% untuk pria. Itu banyak sekali,” jelas Rose-Francis.

Baca juga: 5 Jenis Sakit Kepala Yang Perlu Diwaspadai

Jika membutuhkan rasa manis, Sassos merekomendasikan untuk menambahkan gula kelapa ke dalam cangkir, yang mengandung lebih banyak vitamin dan mineral daripada gula putih yang lebih halus.

3. Susu Nabati (Positif)

Minuman nabati dapat menjadi pilihan yang enak untuk ditambahkan ke minuman pagimu. Kategori ini telah diperluas untuk mencakup biji-bijian, kacang-kacangan, dan polong-polongan, seperti oat, almond, dan kedelai.

“Susu nabati mengandung tiga nutrisi utama: karbohidrat, lemak dan protein. Makronutrien ini memungkinkan tubuh berfungsi dengan baik; selain itu, dapat mengurangi keasaman kopi, yang dapat membuat minuman pagi lebih mudah untuk gigi dan ususmu,” kata Rose-Francis.

4. Bubuk Creamer (Negatif)

Kombinasi pemanis, zat penyedap, dan minyak terhidrogenasi parsial (yaitu lemak trans), pembuat krim kopi bisa menjadi tambahan yang beraroma namun padat kalori untuk cangkirmu. Tapi mereka juga sangat mudah terbakar, yang seharusnya menjadi tanda bahaya.

“Krim kopi juga hadir dengan banyak lonceng yang mungkin tidak kamu inginkan. Ini dapat dengan mudah mengemas kalori dan lemak ekstra yang mungkin tidak ideal untuk sebagian orang,” catat Rose-Francis.

5. Susu Sapi (Positif)

Departemen Pertanian A.S. merekomendasikan 3 cangkir susu per hari untuk orang dewasa, dan ahli diet terdaftar Amanda Frankeny mengatakan menambahkan susu ke kopi bisa menjadi cara mudah untuk mencapai tujuan itu.

“Beberapa penelitian memperingatkan agar tidak mengonsumsi terlalu banyak produk susu sementara penelitian lain menunjukkan manfaat memakannya secara teratur. Sekali lagi, susu dalam kopi, di samping diet yang relatif seimbang, tampaknya tidak membawa efek negatif apa pun,” ujarnya.**(Feb)

Exit mobile version