TopCareerID

FDA Hentikan Penggunaan Jarum Suntik dari China

Ilustrasi Vaksin. Dok/Pixabay

Topcareer.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) meminta penyedia layanan kesehatan berhenti menggunakan jarum suntik asal China.

Keputusan ini FDA ambil menyusul hasil laporan adanya masalah keamanan dengan alat penyuntik vaksin buatan Guangdong Haiou Medical Apparatus Co.

Setidaknya satu apoteker menyampaikan kepada Reuters bahwa alat suntikan buatan Haiou telah dikirim untuk menyuntikkan vaksin Pfizer Inc / BioNTech.

Seorang juru bicara FDA mengatakan pengiriman perangkat ini berhenti sejak vaksinasi COVID-19 mulai 22 Maret.

Meskipun demikian, FDA tidak percaya bahwa menghentikan penggunaan jarum suntik buatan China ini akan menyebabkan penundaan vaksinasi.

FDA mengatakan telah menerima cukup banyak informasi tentang masalah kualitas alat suntikan buatan Haiou tersebut.

Masalahnya antara lain ada beberapa jarum suntik Haiou yang terlepas dari alat suntikan dan tersangkut di lengan pasien setelah injeksi.

Selain itu ada beberapa insiden yang melibatkan cedera akibat suntikan Haiou pada penyedia layanan kesehatan.

Baca juga: CEO Pfizer: Kemungkinan Suntik Vaksin Covid-19 Tiap Setahun Sekali

FDA telah merekomendasikan untuk tidak menggunakan dua kombinasi jarum suntik Haiou yakni jarum 1mL dengan jarum 25Gx 1-inci.

Kemudian FDA juga tidak merekomendasikan jarum 1mL dengan jarum 23G x 1-inci.

Penghentian penggunaan suntikan buatan Haiou asal China ini masih terus berlangsung hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Erin Fox, direktur senior informasi obat di University of Utah Health, mengatakan sebelumnya telah menerima jarum suntik dengan vaksin Pfizer / BioNTech sebagai bagian dari kit pasokan tambahan yang dikirimkan oleh McKesson Corp (MCK.N).

Dia mengatakan mereka menggunakan suntikan itu pada bulan Maret, tetapi sudah lama tidak memilikinya dan saat ini tidak menggunakannya.

FDA mengeluarkan peringatan impor pada 30 April, untuk mencegah konfigurasi jarum suntik dan jarum ini memasuki Amerika Serikat.**(Feb)

Exit mobile version