Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Juli 24, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Bukan cuma Alzheimer, Hal-hal Ini ternyata Bisa Ganggu Ingatan Kamu (Bagian 2)

shutterstock

Topcareer.Id – Melupakan sesuatu memang tidak menyenangkan. Terkadang, saat bekerja keras untuk mengingatnya namun belum juga berhasil, kita suka jadi berpikir yang aneh-aneh. Salah satunya ancaman Alzheimer atau Demensia yang menakutkan itu.

Padahal, sebenarnya tidak selalu seperti itu. Meski Alzheimer atau Demensia terdengar masuk akal, namun ada beberapa penyebab lain yang jauh lebih masuk akal, yang membuat kita kehilangan beberapa ingatan kita.

Kabar baiknya, faktor-faktor yang akan disebutkan di bawah ini tidak bersifat permanen, sehingga kamu tidak perlu takut dan bisa segera bergerak untuk mengatasinya.

Seringkali, pemicu kehilangan ingatan yang bersifat emosional ini dapat diperbaiki dengan dukungan, konseling, dan perubahan gaya hidup.

Bahkan, hanya dengan menyadari dan membatasi pemicunya, sudah dapat sangat membantu.

Penasaran apa saja? Berikut penyebab kamu mudah lupa, seperti dikutip dari VMW berikut ini.

Bagian pertama dari artikel

Kecemasan
Jika kamu pernah nge-blank saat mengerjakan tes, padahal tahu jawabannya, mungkin kamu bisa menyalahkan gangguan kecemasan yang kamu miliki.

Baca juga: Benarkah Kopi Tingkatkan Daya Ingat?

Beberapa orang memiliki kecemasan dalam situasi tertentu, seperti contoh soal ujian ini.

Dalam beberpaa kasus yang lebih parah, gangguan kecemasan memiliki dampak yang lebih luas, serta terus-menerus mengganggu fungsi yang sehat dari pikiran kita, termasuk memori.

Mengidentifikasi dan mengobati kecemasan dapat secara signifikan meningkatkan kualitas hidup, dan mungkin juga memori kamu.

Berduka
Berduka membutuhkan sejumlah besar energi fisik dan emosional. Dan ini dapat mengurangi kemampuan kita untuk fokus pada peristiwa dan orang-orang di sekitar kita. Akibatnya, ingatan kita bisa jadi korbannya.

Duka bisa mirip dengan depresi, tetapi sering dipicu oleh situasi tertentu, seperti kehilangan seseorang.

Kesedihan yang mendalam membutuhkan waktu dan energi besar untuk pulih. Kamh mungkin merasa terkuras, baik secara fisik maupun mental.

Jika mengalami ini, beri diri kamu waktu dan kesempatan ekstra untuk berduka.

Konseling individu dan kelompok pendukung dapat membantu kamu mengatasi kesedihan secara efektif.

Pada akhirnya, harus kamu ketahui, pikiran dan tubuh kita terhubung dan saling mempengaruhi.

Dan energi yang dibutuhkan untuk mengatasi perasaan atau tekanan hidup di atas dapat menghalangi sebagian penyimpanan memori kita.

Jadi, yuk segera atasi masalah-masalah emosi yang kita miliki.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan