Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Januari 27, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Varian Baru Covid-19, Lebih Berbahaya dan Tak Mempan Vaksin?

Foto ilustrasi

Topcareer.id – Saat ini masyarakat dikhawatirkan oleh varian baru dari Covid-19 yang diberi nama B.1.617.2 atau biasa disebut Delta.

Sebab, banyak berita yang mengatakan bahwa varian yang diketahui menyebar di daerah Jakarta dan Jawa Tengah tengah ini lebih berbahaya dibandingkan varian-varian yang ditemukan sebelumnya seperti B.1.1.7 (Alpha) atau B.1.351 (Beta).

Hal ini juga diungkapkan oleh Ketua Dewan Pertimbangan Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Zubairi Djoerban.

“Analisis di The Lancet menunjukkan bahwa risiko masuk rumah sakit dua kali lipat pada mereka yang memiliki varian Delta, dibandingkan dengan Alpha (Inggris). Risiko juga meningkat pada mereka yang memiliki komorbid,” ujarnya melalui akun Twitter @ProfesorZubairi, Rabu (16/6/2021).

Menurutnya hal ini terjadi karena varian ini memiliki mutasi yang membantunya menyebar sekaligus menghindari sistem imunitas secara parsial

Senada dengan Prof Zubairi, salah seorang dokter umum lulusan Universitas Indonesia, Adam Prabata juga mengatakan hal serupa. Dimana ia mengatakan bahwa varian Delta ini bisa menjadi penyebab terjadinya lonjakan kenaikan kasus Covid-19 di berbagai daerah.

“Varian ini kurang lebih tiga kali lebih menular dibandingkan varian pertama virus penyebab Covid-19,” tegas Adam dalam akun Instagramnya pada Jumat (18/6/2021).

Bahkan Adam mengatakan, varian Delta ini bisa berpotensi meningkatkan reinfeksi karena varian ini terbukti dapat menurunkan kemampuan penetralisir antibodi, termasuk kepada mereka yang pernah terinfeksi Covid-9 sebelumnya.

“Varian Delta ini juga 2,16 kali meningkatkan risiko rawat inap di rumah sakit, dan 1,67 kali meningkatkan risiko membutuhkan penanganan gawat darurat,” tuturnya.

Lalu apa gejalanya berbeda?

Nah, menurut Prof Zubairi ada bukti studi yang menunjukkan kalau gejala varian ini beda dengan varian sebelumnya, seperti demam, batuk, dan kehilangan penciuman.

“Varian Delta atau yang baru, gejalanya lebih banyak sakit kepala, tenggorokan dan pilek. Seperti kena flu berat,” ungkapnya.

Meski dianggap lebih berbahaya namun Prof Zubairi menegaskan bahwa ada beberapa vaksin yang dipercaya mampu melindungi kita dari varian ini.

“Studi di Inggris terhadap belasan ribu orang yang terinfeksi Delta mengungkap itu. Pfizer-BioNTech memberikan 96 persen perlindungan, sementara AstraZeneca memberikan 92 persen,” pungkasnya.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan