Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Juli 24, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Booster Vaksin COVID-19, Apakah Diperlukan?

vaksinasiIlustrasi vaksin

Topcareer.id – Suntikan ketiga sebagai penguat vaksin virus corona kemungkinan akan diperlukan, menurut para ahli.

Pemikiran ini muncul ketika varian Delta yang pertama kali teridentifikasi di India terus menyebar dengan cepat ke seluruh dunia.

Beberapa negara seperti AS dan Inggris mengisyaratkan akan meluncurkan suntikan booster COVID-19 dalam waktu satu tahun.

Namun, ini bukan tugas yang mudah mengingat masih banyaknya orang yang enggan untuk divaksinasi dan tidak percaya virus corona.

Yang perlu kita ketahui adalah, apakah kita benar-benar membutuhkan dosis ketiga dari vaksin COVID-19? Karena kita tidak tahu berapa lama kekebalan saat ini bertahan.

Apakah kita juga harus mendapatkan suntikan booster yang sama dengan vaksin yang sebelumnya diterima?

Dan juga apakah suntikan perlu diubah untuk menangani varian, seperti vaksin flu? Atau apakah mereka bisa tetap seperti apa adanya? Ini semua masih jadi pertanyaan.

Akan meluncur

Di luar itu, suntikan booster berpotensi diluncurkan sebelum negara-negara bahkan menyelesaikan program vaksinasi awal mereka.

Hampir 60% dari populasi orang dewasa di Inggris telah divaksinasi penuh, sementara lebih dari 55% orang dewasa di AS telah divaksinasi penuh.

BBC mengutip sumber senior pemerintah, mengatakan rencana untuk program suntikan booster COVID-19 akan diterbitkan “pada waktunya” dan bahwa penelitian “luas” sedang dilakukan terhadap efek kombinasi vaksin yang berbeda.

Bulan Mei, Inggris meluncurkan studi Cov-Boost yang mempelajari penggunaan tujuh vaksin COVID-19 yang berbeda ketika diberikan sebagai dosis ketiga.

Hasilnya akan keluar bulan September, dan pemerintah akan segera menginformasikan rencana program booster.

Baca juga: Moderna Kembangkan Vaksin Booster untuk Melawan Varian Baru Virus Corona

Harus dipeetimbangkan dengan hati-hati

Para ahli berpendapat bahwa perlu ada perencanaan ekstensif untuk program booster apa pun untuk membantu layanan kesehatan mengatasinya.

Hal ini sangat penting mengingat bahwa mereka berada di bawah tekanan tidak hanya dari memberikan program vaksinasi saat ini.

Mereka juga harus memenuhi kebutuhan kesehatan pasien yang prosedur dan perawatannya tertunda akibat pandemi virus corona.

Di Inggris, ketua Royal College of General Practitioners, Martin Marshall, mengatakan kepada acara radio BBC.

“Kita perlu tahu, pertama-tama, apakah program vaksinasi booster diperlukan… Lalu siapa yang akan membutuhkannya, seperti orang yang lebih rentan dan lanjut usia. Kita perlu tahu di mana mereka akan diberikan booster dan oleh siapa,” katanya Senin (21/6).

Di acara radio yang sama, Anthony Harnden, wakil ketua Komite Gabungan untuk Vaksinasi dan Imunisasi memperingatkan bahwa siapa yang menjadi sasaran program booster harus dipertimbangkan dengan hati-hati.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan