Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Juli 2, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Penelitian: Hewan Peliharaan Bisa Tertular COVID-19 dari Manusia

Ilustrasi/Pixabay

Topcareer.id – Jika kamu berpikir sedang terkena COVID-19, mungkin lebih baik untuk menjauh dari hewan peliharaan kamu.

Sebuah penelitian di Belanda menemukan sejumlah anjing dan kucing yang mungkin terinfeksi COVID-19.

“Sekitar satu dari lima hewan peliharaan akan tertular penyakit dari pemiliknya,” kata Dr Els Broens dari Universitas Utrecht di Belanda.

Meskipun tidak ada kasus penyakit yang diketahui menyebar dari hewan peliharaan ke manusia.

“Untungnya, hewan-hewan itu tidak sakit parah karenanya.” Kata Broens.

Dalam studi Broens yang dipresentasikan baru-baru ini dalam sebuah makalah di Kongres Mikrobiologi dan Penyakit Menular Eropa, sebanyak 156 anjing dan 154 kucing dari 196 rumah tangga diuji di rumah-rumah di mana pemiliknya diketahui memiliki infeksi virus corona.

Sekitar 17% dari hewan yakni 31 kucing dan 23 anjing, memiliki antibodi untuk COVID-19, ini menunjukkan bahwa mereka telah terinfeksi.

Selain itu, enam kucing dan tujuh anjing, atau 4,2% dari hewan, memiliki infeksi aktif seperti yang ditunjukkan oleh tes PCR.

Pengujian selanjutnya menunjukkan hewan-hewan itu pulih dengan cepat dan tidak menularkannya ke hewan peliharaan lain di rumah yang sama.

Baca juga: Ini Saran CDC untuk Cegah Penularan Covid pada Hewan Peliharaan

COVID-19 diperkirakan berasal dari kelelawar dan telah diketahui sejak bulan-bulan pertama pandemi bahwa mamalia non-manusia dapat terinfeksi.

Hanya cerpelai yang diketahui telah terinfeksi oleh manusia dan kemudian menularkan penyakit tersebut ke manusia lain.

Broens mengatakan kasih sayang yang dimiliki pemilik kucing dan anjing mungkin memainkan peran dalam tingginya tingkat infeksi hewan peliharaan.

“Banyak pemilik hewan peliharaan yang melakukan kontak sangat dekat, seperti tidur bersama di tempat tidur. Ini yang membuat penularan dapat terjadi,” tuturnya.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan