Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juli 6, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

PPKM Darurat: Mendag Pastikan Harga Sembako Tetap Terjangkau

harga pangan dunia naiksembako

Topcareer.id – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menjamin stok, kelancaran distribusi hingga kestabilan harga barang kebutuhan pokok bagi masyarakat, terutama pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19 di Jawa dan Bali selama 3—20 Juli 2021.

“Saat ini, Kemendag bersama kementerian dan lembaga, pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para pelaku usaha terus memantau dan memastikan bapok tetap tersedia dengan harga terjangkau oleh masyarakat,” kata Mendag Lutfi dalam siaran persnya, Senin (5/7/2021).

Hasil pantauan Kemendag melalui koordinasi dengan BUMN dan pelaku usaha menunjukkan ketersediaan bapok masih aman dan mencukupi. Stok beras di Perum Bulog saat ini sekitar 1,39 juta ton. Jumlah ini masih dalam kisaran aman yaitu 1 juta─1,5 juta ton.

Sementara stok beras di Pasar Induk Besar Cipinang (PIBC) sekitar 41 ribu ton. Jumlah tersebut di atas stok normal yaitu 30 ribu ton.

Mendag Lutfi memperingatkan semua pihak terutama pelaku usaha agar tidak berspekulasi memanfaatkan situasi darurat ini dengan menaikkan harga dan mengambil untung sebesar-besarnya.

“Kami bersama Polri akan menindak sangat tegas siapapun yang mencoba berspekulasi menaikkan harga bapok. Mereka yang memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan pribadi akan berhadapan dengan hukum,” ucapnya.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Oke Nurwan menyatakan stok sejumlah barang kebutuhan pokok juga terpantau aman hingga 2—3 bulan ke depan dengan harga stabil. Stok gula sekitar 445 ribu ton, minyak goreng 629 ribu ton, dan kedelai 610 ribu ton.

“Stok bapok aman hingga 2—3 bulan ke depan. Kecukupan stok bapok juga terlihat dari tingkat stabilitas harga di masyarakat. Berdasarkan pantauan Kemendag dan pemerintah daerah seluruh Indonesia harga komoditas bapok terpantau stabil dibandingkan sebulan lalu. Pantauan dilakukan pada 216 pasar rakyat di 90 kabupaten/kota,” paparnya.

Berdasarkan pantauan, harga beras medium rata-rata nasional tercatat Rp10.500/kg, gula pasir (Rp13.000/kg), dan tepung terigu (Rp10.200/Kg).

Selain itu, beberapa komoditas bapok bahkan mengalami penurunan harga, seperti beras premium turun 0,81 persen menjadi Rp12.300/kg, minyak goreng curah turun 0,75 persen menjadi Rp13.200/liter.

Lalu daging sapi turun 0,08 persen menjadi Rp126.000/kg, daging ayam ras turun 0,83 persen menjadi Rp35.700/kg, telur ayam ras turun 1,90 persen menjadi Rp25.800/kg, bawang merah turun 1,95 persen menjadi Rp31.300/kg, dan bawang putih turun 1,03 persen menjadi Rp28.700/kg.

“Kenaikan harga hanya terjadi pada komoditas cabe merah keriting yang naik 9,06 persen menjadi Rp33.700/kg dan cabe rawit merah yang naik 29,45 persen menjadi Rp67.700/kg,” ujarnya.

Ia menambahkan, kenaikan disinyalir disebabkan gangguan pasokan akibat cuaca ekstrem di beberapa sentra produksi dalam tiga minggu terakhir.

Oke melanjutkan, kondisi harga stabil juga ditunjukkan dengan tingkat inflasi nasional yang mengalami deflasi pada Juni sebesar 0,16 persen (MoM).

“Saat ini ketersediaan bapok cukup tersedia, baik yang ada di gudang-gudang produsen, importir, distributor, ritel modern, maupun BUMN. Dalam menghadapi masa PPKM Darurat, Kemendag mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir karena harga bapok saat ini stabil terkendali dan terjangkau,” ujar Oke.

Tinggalkan Balasan