Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, September 21, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Studi: Dua Dosis Pfizer dan AstraZeneca Efektif Lawan Varian Delta

Ilustrasi. Dok/Pixabay

Topcareer.id – Dua dosis vaksin COVID-19 Pfizer atau AstraZeneca sama efektifnya lawan varian Delta, sebuah penelitian yang diterbitkan, Rabu (21/7) menunjukkan.

Para pejabat mengatakan vaksin sangat efektif melawan varian Delta, yang sekarang menjadi varian dominan di seluruh dunia.

Studi yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine ini mengkonfirmasi temuan utama yang diberikan oleh Public Health England (PHE) pada bulan Mei tentang kemanjuran vaksin COVID-19 yang dibuat oleh Pfizer-BioNTech dan Oxford-AstraZeneca, berdasarkan data dunia nyata.

Studi menemukan dua dosis Pfizer adalah 88% efektif untuk mencegah penyakit simtomatik dari varian Delta, dibandingkan 93,7% terhadap Alpha.

Dua dosis vaksin AstraZeneca adalah 67% efektif terhadap varian Delta, dan 74,5% efektif terhadap varian Alpha.

“Hanya perbedaan kecil dalam efektivitas vaksin yang dicatat dengan varian Delta dibandingkan dengan varian Alpha setelah menerima dua dosis vaksin,” tulis peneliti Public Health England dalam penelitian tersebut.

Data dari Israel memperkirakan efektivitas suntikan Pfizer yang lebih rendah terhadap penyakit bergejala, meskipun perlindungan terhadap penyakit parah tetap tinggi.

PHE sebelumnya mengatakan bahwa dosis pertama dari kedua vaksin itu sekitar 33% efektif melawan penyakit simtomatik dari varian Delta.

Baca juga: Gabungan Vaksin AstraZeneca dan Pfizer bisa Tingkatkan Respons Antibodi

Studi lengkap yang diterbitkan Rabu (21/7) menemukan satu dosis Pfizer adalah 36% efektif, dan satu dosis AstraZeneca sekitar 30% efektif.

“Temuan kami tentang penurunan efektivitas setelah dosis pertama akan mendukung upaya untuk memaksimalkan penyerapan vaksin dengan dua dosis di antara kelompok rentan dalam konteks peredaran varian Delta,” kata penulis penelitian.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan