Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Juli 2, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Ibu Menyusui positif Covid-19, Amankah ASI-nya untuk Bayi?

Topcareer.id – Satgas ASI Ikatan Dokter Indonesia (IDAI) Wiyarni Pambudi mengimbau agar ibu menyusui tetap memberikan ASI eksklusif kepada bayinya, termasuk jika sang ibu tengah terinfeksi Covid-19.

Menurutnya, menyusui secara signifikan mampu meningkatkan derajat kesehatan, perlindungan maupun kesejahteraan untuk ibu, bayi maupun keluarga.

“Pada ibu yang terkonfirmasi positif ternyata di dalam ASI nya, mengalir antibodi Imunoglobulin A dan G, mengalir pula Lactalbumin, Lactoferin dll yang secara spesifik merupakan benteng perlawanan terhadap SARS-CoV-2. Inilah yang disebut imunisasi pasif yang alami, yang diberikan ibu penyintas COVID-19 kepada bayinya,” ungkapnya pada Kamis (5/8/2021).

Baca juga: Sempat Bebaskan Aturan, CDC Kembali Wajibkan Masker di AS

Lebih lanjut, Wiyarni menjelaskan bahwa antivitas antibodi sIgA spesifik SARS-CoV-2 dan IgG spesifik dalam air susu penyintas COVID-19 ini sendiri mampu bertahan selama 7-10 bulan pasca infeksi.

Terlebih lagi peningkatan kekebalan tubuh, juga ditemukan pada ibu menyusui yang telah mendapatkan vaksinasi COVID-19.

“Pada ibu yang telah vaksinasi COVID-19 ditemukan kadar antibodi slgA spesifik SARS-CoV-2 dalam ASI meningkat pesat dalam waktu 14 hari pasca vaksinasi dosis pertama, semakin kuat setelah minggu ke-4 dan terukur lebih tinggi pada minggu ke-5 dan ke-6,” tutur Wiyarni.

Sebagai penutup, Wiyarni juga mengatakan bahwa hingga akhir Juli 2021 terdapat 447 anak berusia di bawah 1 tahun meninggal akibat COVID-19, yang mana 16% di antaranya adalah bayi baru lahir.

Oleh sebab itu, aktivitas menyusui tidak boleh terputus kendati ibu menyusui adalah kontak erat maupun telah terkonfirmasi positif COVID-19.

Dan apabila seorang ibu merasa dirinya lemah dan tidak memiliki kekuatan untuk menyusui langsung, maka disarankan agar bayi tersebut diberikan ASI perah (ASIP) baik oleh ibu maupun anggota keluarga yang lain.

“Menyusui tidak boleh terputus apapun status ibu. Apabila kondisisnya tidak memungkinkan, ibu yang positif dan dirawat harus didukung agar bisa memerah ASI. Jika ibu masih kuat, lanjutkan dengan tetap mengikuti protokol pencegahan COVID-19,” pungkasnya.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan