Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Juli 7, 2022
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Bau Keringat Menyengat akibat Stres? Ini cara Atasinya

Topcareer.id – Setiap orang pasti berkeringat dan aromanya pun ada yang kuat dan ringan. Tetapi keringat akibat stres aromanya jauh lebih tidak enak.

Tentunya hal tersebut bisa membuat orang lain menjauh karena aroma keringat akibat stres benar-benar menyengat.

Mengapa stres keringat terjadi dan mengapa aromanya sangat tidak sedap?
Stres adalah respons alami tubuh terhadap ancaman yang dirasakan. Ini memicu aliran adrenalin, kortisol, dan hormon stres lainnya.

Ini juga menyebabkan detak jantung meningkat dan otot-otot menegang untuk membantu mempersiapkan diri dalam bertarung.

Tubuh mengandung 2 hingga 4 juta kelenjar keringat, yang sebagian besar adalah kelenjar ekrin.

Kelenjar ekrin menutupi sebagian besar tubuh, tetapi ekrin ditemukan dalam jumlah yang lebih besar di telapak tangan, telapak kaki, dahi, dan ketiak.

Ketika suhu tubuh naik akibat aktivitas fisik atau lingkungan yang panas, sistem saraf otonom memberi sinyal kelenjar ekrin untuk melepaskan keringat.

Keringat ini sebagian besar terbuat dari air dengan sedikit garam dan lipid yang tercampur. Keringat mendinginkan kulit dan membantu menurunkan suhu.

Lalu ada kelenjar keringat lainnya seperti apokrin. Kelenjar ini lebih besar dan menghasilkan sebagian besar keringat yang terkait stres.

Apokrin ditemukan di bagian tubuh dengan jumlah folikel rambut yang lebih tinggi seperti area kemaluan dan ketiak.

Ketiak akan mengeluarkan keringat sekitar 30 kali lebih banyak saat sedang stres daripada saat hidup tenang.

Keringat dari kelenjar apokrin cenderung lebih tebal dan kaya akan protein serta lipid.

Lemak dan nutrisi dalam jenis keringat ini bergabung dengan bakteri yang hidup di kulit dan menghasilkan bau badan tidak sedap.

Bagaimana cara mengelola keringat stres?
Stres adalah bagian yang tak terhindarkan dari kehidupan dan kamu tidak akan pernah bisa sepenuhnya untuk menghindarinya.

Namun, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk meminimalisir keringat di bawah tekanan.

Pakai antiperspiran
Banyak orang berpikir bahwa deodoran dan antiperspiran adalah sama, tetapi sebenarnya memiliki fungsi yang sangat berbeda.

Deodoran hanya menutupi bau keringat dengan bau yang berbeda.

Antiperspiran mengandung bahan-bahan yang untuk sementara memblokir pori-pori keringat, mengurangi jumlah keringat yang dikeluarkan ke kulit.

Kamu bisa membeli antiperspiran murni atau produk yang berfungsi sebagai deodoran beserta antiperspiran.

Mandi setiap hari
Ini dapat membantu mengurangi pertumbuhan bakteri pada kulit.

Semakin sedikit bakteri yang ada di kulit untuk berinteraksi dengan keringat, semakin sedikit bau badan yang dihasilkan.

Pastikan untuk mengeringkan kulit sepenuhnya setelah mandi karena kulit yang hangat dan lembab mendorong pertumbuhan bakteri dan jamur.

Baca juga: Awas, Terus-terusan Stres bisa Tingkatkan Risiko Alzheimer

Cukur rambut ketiak dan kemaluan secara teratur
Ketiak dan rambut kemaluan bisa menjebak keringat, minyak, dan bakteri.

Mencukur rambut di area ini secara rutin tidak hanya akan mengurangi jumlah bakteri penyebab bau, tetapi juga akan memudahkan antiperspiran mencapai kulit dan melakukan tugasnya.

Menghilangkan rambut di bawah lengan juga dapat mengurangi volume keringat.

Pakai bantalan keringat
Bantalan keringat tipis berguna untuk menyerap keringat ketiak. Kenakan ini pada hari-hari ketika kamu tahu tingkat stres mungkin lebih tinggi.

Bantalan ketiak tidak akan mencegah keringat akibat stres, tetapi akan membantu mencegah noda ketiak pada pakaian.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan