Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Januari 20, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Thailand Temukan Manfaat dari Gabungan Formula Vaksin Sinovac-AstraZeneca

Ilustrasi vaksin. Dok/SHRM

Topcareer.id – Kementerian Kesehatan Thailand mengatakan pada hari Kamis (2/9) bahwa rejimen vaksin COVID-19 Sinovac China yang diikuti oleh AstraZeneca yang dikembangkan Inggris aman dan berhasil meningkatkan kekebalan di antara 1,5 juta penerima pertamanya.

Thailand pada Juli lalu menjadi negara pertama di dunia yang mencampur vaksin China dan vaksin yang dikembangkan Inggris.

“Formula silang telah disuntikkan ke lebih dari 1,5 juta orang dan itu aman. Tolong jangan katakan hal-hal yang akan menimbulkan kekhawatiran,” pejabat kesehatan senior Supakit Sirilak mengatakan pada konferensi pers.

Dia mengatakan Thailand yang telah memproduksi vaksin AstraZeneca, tidak akan lagi memberikan dua dosis CoronaVac dari Sinovac.

Hanya 13% dari populasi Thailand atau lebih dari 66 juta yang telah divaksinasi lengkap.

Kementerian kesehatan Thailand mengatakan kombinasi Sinovac-AstraZeneca meningkatkan kekebalan ke tingkat yang sama dengan dua suntikan AstraZeneca.

Ini berarti vaksinasi dapat diselesaikan lebih cepat karena jarak dosis yang lebih pendek.

Formula tersebut akan digunakan untuk sebagian besar program vaksinasi di Thailand, kata Sekretaris Kesehatan Masyarakat Kiatiphum Wongrajit.

“Dosis booster akan diberikan kepada 3 juta orang yang menerima dua suntikan Sinovac, menggunakan jenis vaksin yang berbeda, kemungkinan mulai bulan ini,” kata menteri kesehatan Anutin Charnvirakul.

Baca juga: Thailand Kembangkan Sistem Robot untuk Percepat Produksi Vaksin

Vaksin virus Sinovac yang tidak aktif telah menimbulkan kekhawatiran di beberapa negara tentang resistensinya terhadap varian Delta.

Charnvirakul mengatakan kepada anggota parlemen untuk tidak mengkritik Sinovac demi melindungi publik Thailand dan menghindari rusaknya hubungan dengan China.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan