Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Juni 30, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

WHO Perpanjang Seruan Moratorium Booster Hingga Akhir Tahun

Tedros Adhanom Ghebreyesus

Topcareer.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperpanjang seruannya untuk moratorium dosis booster Covid-19 hingga setidaknya akhir tahun. WHO sebelumnya mendesak para pemimpin dunia untuk menunda dosis booster hingga akhir September.

“Ada sedikit perubahan dalam situasi global sejak saat itu, jadi hari ini saya menyerukan perpanjangan moratorium hingga setidaknya akhir tahun untuk memungkinkan setiap negara memvaksinasi setidaknya 40% dari populasinya,” kata Direktur WHO, Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah briefing, Rabu (8/9/2021).

Sekitar 5,5 miliar dosis vaksin telah diberikan secara global, tetapi 80% telah diberikan di negara-negara berpenghasilan tinggi atau menengah ke atas, menurut WHO.

“Saya tidak akan tinggal diam ketika perusahaan dan negara yang mengendalikan pasokan vaksin global berpikir bahwa orang miskin dunia harus puas dengan sisa vaksin,” kata Tedros.

Hampir 90% negara berpenghasilan tinggi telah memvaksinasi setidaknya 10% dari populasi mereka, dan 70% negara berpenghasilan tinggi telah memvaksinasi setidaknya 40% dari populasi mereka.

Baca juga: WHO: Covid Akan Bermutasi Seperti Flu

“Tidak ada satu pun negara berpenghasilan rendah yang mencapai kedua target tersebut. Itu bukan salah mereka,” kata Tedros.

Negara-negara berpenghasilan tinggi, kata dia, telah berjanji untuk menyumbangkan lebih dari 1 miliar dosis, tetapi kurang dari 15% dari dosis itu telah terwujud. Produsen telah berjanji untuk memprioritaskan COVAX dan negara-negara berpenghasilan rendah.

Direktur jenderal mengatakan bahwa WHO telah menyerukan kesetaraan vaksin sejak awal peluncuran vaksin, dan itu tidak seharusnya terjadi setelah negara-negara terkaya diurus.

“Kami tidak ingin janji lagi, kami hanya ingin vaksinnya. Kami memiliki alat, jelas apa yang perlu terjadi, sekarang saatnya untuk kepemimpinan sejati, bukan janji kosong,” ujar Tedros.

Tinggalkan Balasan