Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Juli 5, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

FB, IG, dan WhatsApp Down, Mark Zuckerberg Kehilangan Rp 99 Triliun

Ceo Meta, Mark Zuckerberg.Mark Zuckerberg, CEO Facebook. (dok. Variety)

Topcareer.id – Pemilik Facebook Mark Zuckerberg kekayaannya menurun USD 7 miliar atau sekitar Rp 99,7 triliun akibat platform Facebook, WhatsApp dan Instagram down di dunia dalam beberapa jam.

Hal ini memberi dampak langsung pada Zuckerberg yang harus rela kehilangan beberapa miliar dari kekayaannya.

Ia pun juga harus mengalami turun peringkat dalam daftar orang terkaya di dunia.

Dampak Facebook, Instagram, dan WhatsApp yang down bagi para penggunanya lebih kepada terputusnya sementara hubungan dengan kerabat atau relasi akibat tak bisa saling berkirim pesan.

Dampak lainnya para pengguna Instagram dan Facebook yang mengalami offline menjadi berbondong-bondong beralih ke Twitter dan menjelek-jelekkan Zuckerberg.

Banyak pengguna di Twitter juga mengatakan karyawan Facebook tidak dapat masuk ke email mereka dan platform terkait pekerjaan lainnya.

Ketiga aplikasi media sosial dan perpesanan itu mendadak tidak aktif beberapa jam secara global dan mengganggu bisnis serta memutus miliaran orang di seluruh dunia.

Penurunan saham setelah FB, IG, dan WA down, peringkat Zuckerberg turun di bawah Bill Gates menjadi nomer 5 di Bloomberg Billionaires Index.

Jika ditotal Zuckerberg kini telah kehilangan kekayaan sekitar USD 19 miliar atau sekitar Rp 270,6 triliun sejak 13 September lalu, ketika kekayaannya hampir mencapai USD 140 miliar atau sekitar Rp 1,9 quadriliun.

Pada 13 September lalu, Wall Street Journal mulai menerbitkan serangkaian cerita berdasarkan cache dokumen internal Facebook.

Terungkap bahwa Facebook tahu tentang berbagai masalah dengan produknya seperti bahaya Instagram terhadap kesehatan mental gadis remaja.

Sebagai tanggapan, Facebook telah menekankan bahwa masalah yang dihadapi produknya sangat kompleks dan tidak disebabkan oleh teknologi saja.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan