Topcareer.id – Sudah benar-benar mantap untuk resign? Bersiaplah, karena ada banyak kesempatan baru yang akan menunggumu di luar sana.
Beberapa dari kita mungkin ada yang memutuskan untuk melepas pekerjaan sebelum kita mendapatkan pekerjaan baru.
Seperti dikutip dari Forbes, meski ini berlawanan dengan nasihat banyak orang, namun ide ini sebenarnya bukanlah ide yang sepenuhnya buruk.
Ini justru adalah jalan keluar, bagi kamu yang ingin mengambil jeda atau istirahat terlebih dahulu sebelum kembali bekerja lagi.
Nah, supaya enggak kalang kabut nantinya, persiapkan hal ini dulu ya sebelum surat resign kamu sampai di HRD.
Baca juga: Penyebab Nomor 1 Karyawan Milenial Resign Bukan Karena Gaji, Tapi…
Rencanakan masa transisi kamu
Lindsey Bell, kepala strategi investasi di Ally Bank yang telah memantau dampak finansial pribadi dari fenomena resign menekankan pentingnya memiliki rencana setelah kamu berhenti bekerja.
“Hal terburuk yang dapat kamu lakukan adalah duduk di sofa membuang-buang waktu. Lebih baik kunjungi keluarga, jalan-jalan, dapatkan pendidikan dalam karier yang ingin kamu kejar, apa pun itu, yang penting jangan buang waktu,” ujarnya.
Mengambil peran paruh waktu untuk sementara
Langkah ini bisa membantu kamu untuk bisa lebih santai dalam mencari karier baru. Menurut Stephen Dwyer, wakil presiden senior dan kepala hukum dan petugas operasi di American Staffing Association, langkah ini memungkinkan kamu untuk mencoba suatu posisi, sebagai jembatan ke pekerjaan tetap yang baru, terutama jika kamu beralih peran atau industri.
Ini lebih baik daripada langsung berkomitmen pada pekerjaan permanen penuh waktu.
Pastikan uangmu cukup untuk bertahan
Bersikaplah konservatif dalam memperkirakan berapa lama waktu yang kamu perlukan untuk menemukan peluang berikutnya. Bell mencatat biasanya butuh lima bulan untuk mencari pekerjaan.
“Secara konservatif, kamu membutuhkan uang enam bulan untuk biaya hidup,” ujar Bell. Dia juga mengatakan akan lebih baik untuk merencanakan pengeluaran selama 12 bulan.
Itu harus termasuk memikirkan pengeluaran penting seperti sewa rumah, bahan makanan, dan utilitas, serta mungkin beberapa hal lain seperti biaya penitipan anak, bensin, makanan hewan peliharaan, perlengkapan sekolah, dan hal-hal lain yang dekat dengan hidup kamu.
Pikirkan juga untuk berhemat, dan menyediakan dana untuk beberapa kenaikan yang mungkin terjadi. Seperti biaya listrik yang naik karena kamu lebih sering ada di rumah, dan lain sebagainya.**(Feb)