Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Mei 14, 2021
redaksi@topcareer.id
Profesional

Penyebab Nomor 1 Karyawan Milenial Resign Bukan Karena Gaji, Tapi…

Foto Ilustrasi

Topcareer.id – Studi menemukan alasan nomor satu mengapa karyawan milenial resign pekerjaan mereka adalah karena mereka tidak menyukai suasana kantor mereka.

Penelitian yang dilakukan oleh Jive Communications di Utah, AS menemukan bahwa jam kerja fleksibel, pilihan bekerja dari jarak jauh, teknologi, dan budaya perusahaan yang terbuka merupakan kunci untuk menarik generasi milenial dan mempertahankan mereka.

Jive Communications melihat 2.000 milenial dan bertanya tentang persyaratan tempat kerja mereka dan mengapa mereka resign.

Sebanyak 37% mengatakan bahwa memiliki pekerjaan dengan jam kerja fleksibel adalah sangat penting, dan 25% dari mereka melaporkan bahwa mereka meninggalkan pekerjaan karena tidak dapat bekerja secara fleksibel.

Baca Juga: 10 Tahun ke Depan Penghasilan Gen Z Bisa Lampaui Generasi Milenial

Kemudahan untuk mendapat akses bekerja dari mana saja juga merupakan faktor penting bagi 63% milenial yang disurvei dan mengatakan bahwa mereka mungkin tidak tertarik pada pekerjaan di masa depan jika tidak ada pilihan bekerja dari jarak jauh.

64% milenial yang disurvei juga mengatakan bahwa mereka akan resign jika terlalu sulit untuk ijin keperluan pribadi.

Sementara itu, lebih dari 70% mengatakan bahwa mereka sangat menyukai kantor yang dilengkapi dengan teknologi terkini dan broadband internet.

Kantor tanpa teknologi mutakhir membuat 20% milenial yang disurvei mengatakan bahwa mereka benar-benar akan resign.

Tetapi, alasan nomor satu karyawan milenial resign adalah justru karena mereka tidak cocok dengan suasana kantor yang tidak nyaman.

Baca juga: Pasang Aplikasi Ini Agar Karyawan Milenial Loyal Bekerja

Studi tersebut menemukan bahwa mayoritas dari mereka akan mulai mencari pekerjaan lain sebelum mencapai batas tiga tahun di posisi mereka saat ini.

24% lainnya hanya bekerja selama enam bulan sampai satu tahun sebelum mereka mulai berburu lagi, dan 30% mulai mencari antara satu tahun dan 18 bulan.

“Sulit untuk menyelesaikan pekerjaan di lingkungan yang buruk atau tidak efisien, itulah mengapa memprioritaskan budaya kantor yang menyenangkan serta positif dengan solusi kerja yang efektif adalah suatu keharusan bagi perusahaan dalam mempertahankan dan mengembangkan staf milenial,” kata John Pope, CEO Jive Communications.

Namun, angka-angka ini tidak terlalu mengejutkan. Menurut laporan tahun 2014 oleh Intelligence Group, sebanyak 72% generasi milenial ingin menjadi bos bagi diri mereka sendiri.

Dan menurut survei tahun 2015 oleh firma akuntansi Ernst & Young, mereka adalah generasi yang paling mungkin untuk berganti pekerjaan atau karier untuk mendapatkan fleksibilitas dalam mengelola pekerjaan dan kehidupan keluarga dengan lebih baik.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan