TopCareerID

Ini 8 Hal yang Boleh dan Tidak Dilakukan saat Konsumsi Suplemen (Bagian 2)

Suplemen. Dok/Healthywoman.org

Topcareer.id – Apapun tren kesehatan saat ini, orang selalu mencari jalan untuk menjaga kesehatan mereka. Ada yang mengikuti tren konsumsi minyak ikan, suplemen, atau vitamin E. Tapi mencampur beberapa vitamin atau suplemen seperti itu apakah baik-baik saja?

Bagaimana jika konsumsi suplemen dengan keadaan perut kosong, apakah aman? Melansir laman CNA Lifestyle, berikut adalah 8 hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat konsumsi suplemen kesehatan.

5. Vitamin fat-soluble memiliki kekuatan tinggal lebih tinggi: Benar

Ini mungkin karena fakta bahwa vitamin yang larut dalam lemak disimpan di hati atau jaringan lemak untuk digunakan nanti, jelas Carolyn Chan, seorang apoteker senior.

“Sebagai perbandingan, vitamin water-soluble mudah larut dalam air dan diserap, tetapi kelebihannya dikeluarkan dari tubuh,” katanya.

Tapi itu tidak berarti kamu memuat nutrisi yang larut dalam air. “Setiap vitamin memiliki kegunaannya masing-masing dan ada tunjangan harian yang direkomendasikan untuk setiap vitamin,” kata Chan. Bahkan, jika kamu mengonsumsi nutrisi yang cukup melalui diet, kamu mungkin tidak memerlukan suplemen.

6. Jangan konsumsi suplemen dengan teh atau kopi: Benar

Jika kamu memiliki kebiasaan mengkonsumsi suplemenmu, terutama tablet kalsium atau zat besi, dengan kopi pagi, pertimbangkan kembali. “Teh dan kopi mengandung kafein yang dapat mengurangi penyerapan mineral tertentu,” kata apoteker Lim Cinny.

Baca juga: Ahli Gizi Harvard Rekomendasikan 5 Makanan Ini Untuk Pertajam Otak

Ia mengatakan, kafein juga bersifat diuretik yang meningkatkan buang air kecil. Ini dapat menyebabkan vitamin yang larut dalam air seperti vitamin B dan C dikeluarkan dari tubuh lebih cepat. “Agar aman, beri jarak suplemen setidaknya dua jam dari tegukan terakhir teh, kopi, atau cola,” saran dia.

7. Melewatkan dosis suplemen? Segera konsumsi secepat mungkin: Benar

Tapi, saran Chan, lewati dosis yang terlewat jika sudah hampir waktunya untuk dosis berikutnya. Ini akan mencegahmu dari dosis ganda. Namun, menurut Chan melewatkan suplemen bukanlah masalah besar kecuali jika diresepkan untuk mengobati kekurangan tertentu.

“Suplemen dimaksudkan untuk mengisi kekosongan dalam dietmu dan butuh waktu bagi mereka untuk menumpuk dalam darah dan memberikan efek. Dengan demikian, pasien tidak mungkin mengalami efek langsung ketika mereka melewatkan satu dosis.”

8. Pasangkan Vitamin C dengan Zat Besi: Benar

Apoteker Wang Hui mengatakan, ini adalah kombo yang bekerja sama dengan baik. “Vitamin C dan zat besi mengikat bersama untuk membentuk kompleks yang memudahkan tubuh menyerap zat besi.”

Seberapa jauh lebih baik penyerapannya? Wang menjawab, ketika zat besi dikonsumsi dengan 25mg hingga 100mg vitamin C, penyerapan zat besi oleh tubuh meningkat empat kali lipat dibandingkan dengan hanya mengonsumsi zat besi saja.**(Feb)

Exit mobile version