Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, November 29, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Korea Selatan Berkomitmen Kurangi Emisi Karbon hingga 40% di 2030

Korea Selatan. (dok. Veem)

Topcareer.id – Korea Selatan pada hari Senin (18/10) secara resmi berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon nasionalnya sebesar 40% dari tingkat 2018 pada tahun 2030 menjelang KTT iklim PBB COP26 di Glasgow.

Target ini dinilai sangat menantang jika dibandingkan dengan tujuan awalnya untuk mengurangi emisi karbon sebesar 26,3%.

Tahun lalu, Presiden Moon Jae-in berjanji negara itu akan netral karbon pada tahun 2050 dan meluncurkan kesepakatan untuk menciptakan lapangan kerja serta membantu ekonomi pulih dari pandemi virus corona.

Korea Selatan adalah salah satu ekonomi yang paling bergantung pada bahan bakar fosil di dunia.

Di Korea Selatan batu bara membentuk lebih dari 41% campuran listrik negara dan energi terbarukan lebih dari 6%.

“Ini adalah target pengurangan paling ambisius yang mungkin dalam keadaan kami,” kata Presiden Moon Jae-in.

Investasi 12 triliun won telah dialokasikan untuk anggaran netralitas karbon tahun depan, tambahnya.

Pemerintah bertujuan untuk menggeser industri untuk meminimalkan emisi karbon dengan mengurangi separuh pembangkit listrik tenaga batu bara dari 41,9% menjadi 21,8% pada tahun 2030.

Korea Selatan juga akan meningkatkan energi terbarukan dari 6,2% menjadi 30,2%.

Baca juga: Korea Selatan Berencana Hidup Berdampingan dengan COVID-19, Begini Skenarionya

Korea Selatan bertujuan untuk menempatkan 4,50 juta kendaraan listrik dan bertenaga hidrogen di jalanannya pada tahun 2025.

Namun demikian, kelompok lingkungan mengkritik tujuan tersebut karena terlalu rendah.

Justin Jeong, juru kampanye iklim dan energi Greenpeace, mengatakan kepada Reuters bahwa target harus dinaikkan menjadi lebih dari 50% untuk memenuhi tujuan internasional.

COP26 akan mulai berlangsung pada 31 Oktober, bertujuan untuk mengamankan tindakan yang lebih ambisius dari hampir 200 negara yang menandatangani Perjanjian Paris 2015 untuk membatasi pemanasan global jauh di bawah 2,0 derajat Celcius.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan