Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, Juli 3, 2022
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Kamu Terus-terusan Terpaku pada Informasi Covid-19? Bisa Jadi Itu Doomscrolling

Phone. Dok/Metro

Topcareer.id – Pernahkah kamu terjaga sepanjang waktu siang dan malam pada smartphonemu, sambil menelusuri feed berita sosial media soal Covid-19? Kamu bahkan tak bisa menghentikan diri sendiri. Ada istilah untuk itu: Doomscrolling atau Doomsurfing.

Dan mungkin tidak mengejutkan bahwa hal itu benar-benar tidak baik untukmu. Antara lain, terlalu jenuh dengan informasi COVID-19 dapat memperburuk kecemasan yang mungkin sudah kamu rasakan.

Itulah temuan sebuah studi baru yang dilakukan oleh para peneliti di Inggris dan Kanada. Para ilmuwan melihat konsekuensi emosional dari paparan singkat terhadap berita terkait Covid-19 di Twitter dan YouTube dalam dua penelitian dengan total sekitar 1.000 peserta.

Para peneliti menemukan bahwa paparan minimal 2 hingga 4 menit menyebabkan “pengurangan langsung dan signifikan” dalam optimisme dan perasaan positif peserta.

Psikolog mengatakan kepada Healthline bahwa hasil penelitian ini tidak mengejutkan.

“Kita tahu bahwa ketika kita berada di sekitar siapapun yang mengalami depresi atau membicarakan hal-hal berat, ‘pengaruh’ kamu menurun, baik secara langsung atau online,” kata Nancy Mramor, PhD, psikolog klinis berlisensi di Pennsylvania. “Itu hanya efek alami pada sistem saraf dan emosional kita.”

Baca juga: Sains Temukan Cara Baru Cegah Kerontokan Rambut

Dia mengatakan hasil dari begitu banyak berita negatif yang berulang-ulang memakan korban.

“Ini menyedihkan dalam hal jumlah kasus dan kematian. Kamu seperti merasa tidak berdaya. Jadi kamu merasa bahwa kamu tidak bisa memperbaikinya atau melakukan apa pun tentangnya,” kata Mramor kepada Healthline.

Goali Saedi Bocci, PhD, seorang psikolog klinis berlisensi di Oregon dan asisten profesor di Sekolah Pascasarjana Pendidikan dan Psikologi Pepperdine University di California, mengatakan bahwa virus corona yang mematikan sangat menakutkan sehingga membuat orang panik mencari informasi.

Informasi itu berubah dengan cepat ketika para ilmuwan membuat penemuan tentang COVID-19.

“Apalagi di awal pandemi. Kita tidak tahu apa itu, apa yang terjadi. Orang-orang hanya mencoba mengikuti berita dan informasi terbaru untuk menjaga diri mereka dan keluarga mereka tetap aman.”

Tetapi dia mengatakan bahwa bagi sebagian orang, itu menjadi seperti kecanduan media sosial lainnya. Kamu memeriksa email atau feed Facebookmu. Kamu melihat artikel dan mulai mengkliknya dan kemudian artikel lain demi artikel.**(Feb)

Tinggalkan Balasan