Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Juli 2, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Dunia Hadapi Ancaman Gelombang Panas yang Terus Meningkat

Jumlah karbon di atmosfer bumi capai rekor tertinggi.Planet bumi (sumber: Reuters)

Topcareer.id – Pemanasan global telah membuat kehidupan sehari-hari tak tertahankan bagi jutaan orang mulai dari Death Valley hingga Timur Tengah, anak benua India hingga Afrika sub-Sahara.

Para ahli memperingatkan, jika tidak ada yang dilakukan untuk memperlambat perubahan iklim, rekor suhu dan gelombang panas mematikan yang dibawanya hanya akan bertambah buruk.

“Iklim (perubahan) adalah semacam steroid untuk cuaca. Ini memuat dadu untuk membuat peristiwa ekstrem semacam ini menjadi lebih umum,” kata Zeke Hausfather, pakar iklim di Breakthrough Institute di California, dikutip dari laman AFP.

Tempat terpanas di dunia secara resmi adalah Death Valley, California. Di sana juga, suhu meningkat.

“Jika kamu melihat suhu rata-rata di Death Valley selama bulan musim panas, itu menjadi jauh lebih hangat dalam 20 tahun terakhir daripada sebelumnya,” kata Abby Wines, juru bicara Taman Nasional Death Valley.

Baca juga: Direktur WFE: 2% Kekayaan Elon Musk Bisa Bantu Atasi Kelaparan Dunia

Musim panas ini, untuk tahun kedua berturut-turut, area tersebut mencatatkan suhu 54,4 derajat Celcius yang mencengangkan. Jika dikonfirmasi oleh Organisasi Meteorologi Dunia, itu akan menjadi suhu terpanas yang pernah tercatat dengan instrumen modern.

Bulan terpanas yang pernah ada

Menurut badan iklim AS NOAA, Juli 2021 adalah bulan terpanas yang pernah tercatat di Bumi.

Meningkatnya suhu adalah kekuatan pendorong di balik kekeringan yang lebih sering dan intens, kebakaran hutan, badai, dan bahkan banjir. Dan meningkatnya jumlah gelombang panas menghancurkan pertanian dan berpotensi fatal bagi manusia.

“Banjir menyebabkan beberapa kematian, mungkin beberapa lusin. Kita berbicara tentang ribuan kematian setiap kali kita mengalami gelombang panas ekstrem yang sangat besar. Dan kita tahu bahwa gelombang panas ini berlipat ganda,” kata ahli iklim Robert Vautard, kepala Pierre Prancis. -Simon Laplace Institut.

Jika dunia memanas dua derajat Celcius, seperempat populasi dunia dapat menghadapi gelombang panas yang parah setidaknya sekali setiap lima tahun, menurut rancangan laporan PBB yang diperoleh AFP menjelang pembukaan KTT iklim COP26 pada 31 Oktober di Glasgow, Skotlandia.

Tinggalkan Balasan