Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Juni 30, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Ini Langkah Awal Korea Selatan untuk Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Seoul. Dok/Channel News Asia

Topcareer.id – Korea Selatan mengatakan pada hari Jumat (29/10) bahwa mereka akan menghapus semua pembatasan dan menerapkan paspor vaksin untuk tempat-tempat berisiko tinggi karena mencoba untuk hidup berdampingan dengan COVID-19.

Fase pertama akan mulai berlaku pada Senin (1/11) dan berlangsung selama sebulan, kata para pejabat terkait.

Negeri ginseng tersebut juga berencana mencabut semua pembatasan pada Februari 2022.

Dorongan itu datang ketika Korea Selatan masih bergulat dengan jumlah kasus harian yang tinggi namun tingkat kematian rendah.

Korsel telah memenuhi tujuannya untuk memvaksinasi penuh sekitar 72% dari populasinya, dan telah memberikan setidaknya satu dosis vaksin kepada lebih dari 79,8% penduduknya, ini membuka jalan bagi rencana mereka untuk kembali hidup normal.

Meskipun tidak pernah lockdown, Korea Selatan telah berjuang melawan gelombang infeksi keempat sejak Juli lalu.

Acara olahraga luar ruangan diizinkan untuk menampung hingga 50% penonton dan hingga 100 orang dapat menghadiri musik atau konser terlepas dari status vaksinasi.

Orang yang divaksinasi nantinya akan mendapat ijin untuk mengonsumsi popcorn dan soda di dalam bioskop.

Kunjungan ke tempat-tempat berisiko tinggi seperti bar dan klub malam, gym dalam ruangan, sauna, dan bar karaoke akan memerlukan bukti vaksinasi, atau hasil tes COVID-19 negatif dalam waktu 48 jam.

Baca juga: Vaksinasi Melebihi 70%, Kasus Covid-19 di Korea Turun Signifikan

Korea Selatan telah meluncurkan aplikasi vaksinnya sendiri yang tetap melindungi privasi pengguna melalui teknologi blockchain.

Sementara pertemuan pribadi akan diizinkan dengan hingga 10 orang secara nasional terlepas dari status vaksinasi.

Namun, restoran dan kafe akan membatasi hingga empat orang yang tidak divaksinasi per kelompok.

Pihak berwenang mengatakan mereka akan fokus pada rawat inap dan tingkat kematian daripada mitigasi harian.

Korsel juga menyerukan tentang perawatan mandiri bagi mereka yang hanya memiliki gejala COVID-19 ringan.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan