Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juli 6, 2022
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Mengenal Kanker Prostat, Kerap Menyerang Pria Paruh Baya

Dok/New Atlas

Topcareer.id – Kanker prostat adalah penyakit serius yang menyerang ribuan pria setiap tahun yang berusia paruh baya atau lebih tua.

Sekitar 60 persen kasus terjadi pada pria yang lebih tua dari usia 65 tahun.

Prostat adalah kelenjar kecil yang ditemukan di perut bagian bawah pria. Terletak di bawah kandung kemih dan mengelilingi uretra.

Prostat diatur oleh hormon testosteron dan menghasilkan cairan mani. Semen adalah zat yang mengandung sperma yang keluar dari uretra saat ejakulasi.

Ketika pertumbuhan sel yang abnormal dan ganas terbentuk di prostat, itu disebut kanker prostat. Kanker ini dapat menyebar ke area lain dari tubuh.

Menurut Urology Care Foundation, kanker prostat adalah penyebab kedua kematian akibat kanker untuk pria di Amerika Serikat.

Jenis kanker prostat
Sebagian besar kasus kanker prostat adalah jenis kanker yang disebut adenokarsinoma. Ini adalah kanker yang tumbuh di jaringan kelenjar.

Kanker prostat juga dikategorikan berdasarkan seberapa cepat pertumbuhannya dalam dua jenis pertumbuhan:

  • Agresif, atau tumbuh cepat
  • Tidak agresif, atau tumbuh lambat

Dengan kanker prostat non-agresif, tumor tidak tumbuh atau tumbuh sangat sedikit dari waktu ke waktu.

Sementara itu kanker prostat agresif, tumor dapat tumbuh dengan cepat dan dapat menyebar ke area lain dari tubuh, seperti tulang.

Baca juga: Terobosan Ini Disebut Mampu Tentukan Pengobatan yang Tepat untuk Kanker Otak

Siapa yang berisiko?
Sementara kanker prostat dapat terjadi pada pria mana pun, faktor-faktor tertentu meningkatkan risiko terkena penyakit ini, yakni:

  • Usia yang lebih tua
  • Riwayat keluarga kanker prostat
  • Etnis atau ras tertentu. Misalnya, pria Afrika-Amerika memiliki risiko lebih besar terkena kanker prostat
  • Kegemukan
  • Perubahan genetik
  • Tempat tinggal juga bisa berperan dalam risiko kanker prostat.
the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan