Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Juli 5, 2022
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Mengenal Ketoasidosis Diabetik, Gejala dan Pengobatannya

Topcareer.id – Ketoasidosis diabetik terjadi ketika begitu banyak keton menumpuk di dalam darah sehingga menjadi asam.

Pada orang dengan diabetes tipe 1, ketoasidosis diabetikum dapat disebabkan oleh melewatkan insulin baik secara sengaja, misalnya, karena kamu tidak cukup makan.

Atau bisa juga secara tidak sengaja misalnya seperti pompa insulin kamu memang rusak.

“Jika seseorang memiliki jumlah insulin yang sedikit tetapi mereka berada di bawah tekanan medis dari suatu penyakit, maka mekanisme stres tubuh akan mendorong kadar glukosa lebih tinggi,” kata Dr. Bernstein, yang juga mantan presiden American Diabetes Association.

Dalam beberapa kasus, ketoasidosis diabetikum mungkin merupakan tanda pertama menderita diabetes tipe 1.

Tanda-tanda awal ketoasidosis diabetik biasanya sering merasa sangat haus, sering buang air kecil, dan mulut kering.

Gejala ketoasidosis diabetik kemudian termasuk mual dan muntah, diare, nyeri di perut, sesak napas, kebingungan atau sulit berkonsentrasi, malas makan, lemas, dan bau aroma buah pada napas.

“Seseorang yang mengalami ketoasidosis diabetik akan mulai merasa lemah, terkadang disusul dengan muntah dan sering buang air kecil, kemudian mulai bernapas dengan sangat cepat atau terengah-engah,” Jelas Dr. Joel Zonszein, MD, profesor kedokteran di Albert Einstein College of Medicine di New York City.

Ini adalah upaya tubuh untuk mengkompensasi asam ekstra dalam darah. “Ketika mereka muntah, mereka memuntahkan banyak asam.

Pengobatan ketoasidosis diabetik terdiri dari pemberian insulin dan cairan IV serta pemantauan kadar elektrolit.

Beberapa orang mungkin perlu dirawat di rumah sakit. Dokter akan menguji keton, gula darah, dan elektrolit setiap beberapa jam.

Baca juga: Kanker Prostat: Gejala, Penyebab dan Tips Pencegahan

Jika kamu tidak tahu bahwa dirimu menderita diabetes, tidak ada cara untuk mencegah ketoasidosis diabetikum.

Namun, jika kamu mengetahuinya, ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk tetap sehat. Manajemen diabetes adalah kuncinya. Pastikan tetap pada pola makan yang sehat.

Jika kamu memiliki salah satu dari gejala-gejala di atas, sebaiknya segera kunjungi dokter.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan