Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Januari 20, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Putuskan Jadi Rakyat Biasa, Putri Raja Jepang Pilih Tinggal di New York

Dok/Insider

Topcareer.id – Anak Raja Jepang Putri Mako yang juga merupakan keponakan dari Kaisar Naruhito, telah memutuskan melepaskan gelar bangsawannya. Hak itu dia lepaskan demi cintanya untuk menikahi Kei Komuro yang berasal dari rakyat biasa.

Sang mantan putri, baru-baru ini tiba di New York AS. Ada sedikit arak-arakan saat pasangan yang telah menjalin kisah cinta sejak kuliah itu berangkat dari bandara Tokyo pada Minggu pagi (14/11).

Di New York, mereka tinggal dengan mengontrak sebuah apartemen biasa dan Komuro suaminya bekerja di sebuah firma hukum.

Dalam hukum Jepang, anggota keluarga kekaisaran yang perempuan akan kehilangan status bangsawan mereka jika menikah dengan rakyat biasa.

Pasangan itu dijaga ketat oleh polisi dan keamanan bandara saat mereka berjalan melewati terminal keberangkatan.

Mereka melewati ratusan wartawan dari banyak media di sana untuk menyaksikan mereka pergi, namun pasangan tersebut tidak menjawab pertanyaan apapun.

Mako setelah melepas gelar bangsawannya dan juga menjadi rakyat kecil akan mencoba mencari pekerjaan layaknya masyarakat biasa di New York.

Kepindahan pasangan itu ke AS telah menarik perbandingan dengan bangsawan Inggris Meghan Markle dan Pangeran Harry, mereka pun mendapat julukan “Harry dan Meghan dari Jepang.”

Mereka telah menghadapi tentangan yang signifikan ketika pertama kali mengumumkan pertunangan mereka empat tahun lalu.

Hubungan mereka telah menjadi subyek gosip tabloid media-media besar Jepang dan dunia.

Baca juga: PM Baru Jepang siap Abdikan Diri untuk Akhiri Krisis COVID-19

Ada juga Kontroversi atas klaim bahwa ibu dari Kei Komuro dikabarkan memiliki hutang besar dari mantan tunangannya dan tidak mampu membayarnya kembali.

Oleh sebab itu Komuro mencoba untuk menikahi Putri Mako agar bisa memperoleh harta kerajaan Jepang dan membantu ibunya membayar hutang.

Berita miring tersebut menyebabkan putri Mako sempat terkena gangguan stres pasca-trauma, menurut Rumah Tangga Kekaisaran.

Ketika pasangan itu menikah Oktober 2021 mereka sama seakali tidak menjalani ritual pernikahan kerajaan.

Mereka hanya mengadakan acara pernikahan biasa dan Mako menolak menerima sejumlah uang yang ditawarkan kerajaan untuknya setelah dirinya memutuskan keluar dan melepas gelarnya sebagai putri raja.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan