Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Desember 2, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Percepatan Produksi Kendaraan Listrik Jadi Solusi Masalah Energi Nasional

Dok/KSP

Topcareer.id – Kepala Staf Kepresidenan RI Dr Moeldoko kembali mengingatkan pentingnya efisiensi dan ketahanan energi nasional.

Menurut Moeldoko, hingga kini Indonesia masih memerlukan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar 1,8 juta barell per hari, sementara produksi BBM nasional hanya 700 ribu barell per hari.

“Kita masih import 60%,” ujar Moeldoko saat menjadi pembicara kunci pada gelaran Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2021, di Tangerang Banten, Rabu (24/11).

Percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai bisa segera terwujud, jika hambatan dari hulu hingga hilir bisa diselesaikan.

Moledoko menyampaikan bahwa untuk menjawab tantangan itu, Presiden Joko Widodo sudah mengeluarkan Perpres No 55 tahun 2019 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (Battery Electric Vihicle) untuk transportasi jalan.

“Kalau kita tidak segera menuju untuk mengembangkan mobil listrik, maka semakin tidak balance. Kebutuhan energi meningkat di satu sisi listrik kita menurun. Ini semakin kedodoran,” tegas mantan Panglima TNI tersebut.

Baca juga: Keren, 24 Universitas Ikuti Kontes Mobil Hemat Energi

Industri pendukung seperti baterai dan pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) menurut Moeldoko juga Perlu dukungan fiskal dan non fiskal.

“Ini terutama untuk menarik calon investor dalam berinvestasi industri kendaraan listrik di indonesia,” tutur Moeldoko.

IEMS 2021 kini mengusung tema “ Innovation for Better Furute e-mobility,” acara berlangsung di Gedung Manajemen OR PPT-BRIN, Kawasan Puspitek, Tangerang Selatan, Banten, 24-26 November 2021.

Acara ini sebagai upaya dukungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama produsen kendaraan listrik.

Diharapkan IEMS bisa memacu inovasi dan perkembangan kendaraan listrik di Indonesia dan bisa menjadi wadah transaksi serta menarik minat masyarakat untuk mulai menggunakan kendaraan listrik.

Pada kesempatan tersebut, Moeldoko mengajak para periset dan inovator mengembangkan penelitian dan berkolaborasi menghasilkan kendaraan listrik masa depan.

Moeldoko pun meminta agar pihak perbankan untuk tidak ragu-ragu untuk memberikan bantuan pembiayaan bagi siapa saja yang ingin memiliki kendaraan listrik.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan