Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Januari 27, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Lonjakan Permintaan Kopi di Dunia Ternyata Mengancam Lingkungan

Ilustrasi: MediumIlustrasi: Medium

Topcareer.id – Kopi adalah salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Tetapi belakangan lonjakan permintaan mengancam planet ini. Hal itu lantas mendorong para pencinta lingkungan dan ilmuwan untuk mencari cara yang berkelanjutan untuk memproduksi kopi.

“Kebanyakan kopi melalui proses penggilingan basah yang menggunakan sejumlah besar air tawar untuk menghilangkan ampas dan mencuci kopi. Kemudian kopi dikeringkan, dipanggang, dikirim, dan diseduh — yang masing-masing menggunakan energi,” kata Bambi Semroc, wakil presiden senior Pusat Lahan dan Perairan Berkelanjutan di Conservation International, mengutip laman CNBC.

Dalam 30 tahun terakhir, meningkatnya permintaan kopi telah menyebabkan peningkatan 60% dalam produksi, menurut Organisasi Kopi Internasional.

Dari penggundulan hutan hingga penggunaan sumber daya air dan energi yang tinggi, penelitian menunjukkan bahwa peningkatan produksi kopi menghancurkan planet ini.

Baca juga: Wow! Ilmuwan Berhasil Ciptakan Plastik Dari Sperma!

Brasil, produsen kopi terbesar di dunia, mengalami deforestasi hutan hujan Amazon mencapai ketinggian 15 tahun, menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh Institut Nasional untuk Penelitian Luar Angkasa Brasil.

Diperkirakan 13.235 kilometer persegi – setara dengan 2.429 lapangan sepak bola – hilang antara Agustus 2020 dan Juli 2021, mewakili peningkatan 22% dari tahun sebelumnya.

Produksi kopi juga meninggalkan jejak air dan energi yang besar, dengan 140 liter air yang dibutuhkan untuk menghasilkan hanya 125 milimeter kopi, menurut Water Footprint Network.

Namun pada saat yang sama, industri kopi juga rentan terhadap perubahan iklim. Baru tahun ini, Brasil mengalami gelombang es dan kekeringan pada bulan Juni, yang mendorong harga kopi Arabika mencapai level tertinggi tujuh tahun.

“Harga akan terus naik mengingat ketidakstabilan pasar global saat ini serta ketidakpastian seputar output tahun depan dari produsen kopi dominan — Brasil, Vietnam, dan Kolombia,” kata Pakar komoditas, Semroc, dari Center for Sustainable Lands and Waters di Konservasi Internasional.

Tinggalkan Balasan