Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Agustus 8, 2022
redaksi@topcareer.id
Profesional

Seberapa Penting Peran Pengganti Orangtua bagi Anak-Anak Pekerja Migran?

Topcareer.id – Anak yang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua yang cukup dan memiliki keluarga yang harmonis, akan memiliki pertumbuhan yang baik.

Berbeda dengan yang kurang perhatian dari orangtuanya, mereka cenderung akan berperilaku berbeda yang menunjukan sikap ingin mendapatkan perhatian dari orang lain.

Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para orangtua yang bekerja sebagai pekerja migran.

Mereka harus meninggalkan anak-anaknya ke luar negeri demi mencari nafkah untuk menghidupi keluarga kecilnya.

Seperti yang dilakukan oleh Sarah Riway yang pernah menjadi anak pekerja migran, pekerja migran di Malaysia, hingga menjadi pengasuh anak dari orangtua pekerja migran.

Menurut Sarah, kebanyakan pekerja migran meninggalkan anak karena tekanan ekonomi dan faktor keluarga seperti broken home.

“Saya pernah mengalaminya sewaktu kecil dan hidup dengan nenek, saya pun pernah menjadi pekerja dan mengasuh anak migran.” kata Sarah saat menjadi narasumber di Webinar Migrant Talk bertajuk Hilangnya Perhatian pada Anak-Anak Pekerja Migran, Selasa (21/12/2021).

Sarah mengaku bahwa ketika dirinya mengasuh anak-anak migran, ia tak ingin anak-anak tersebut mengalami hal yang sama seperti dirinya.

“Saya tidak ingin anak-anak pekerja migran yang saya asuh termasuk anak-anak saya sampai mengalami hal yang sama seperti saya.” imbuhnya.

Salah satu alasan terkuat Sarah memutuskan menjadi pekerja migran karena gaji di Indonesia kecil.

Sementara gaji di luar negeri meskipun hanya menjadi asisten rumah tangga, namun gajinya lebih tinggi hingga setara dengan ASN.

Baca juga: Satgas Covid-19: Karantina Gratis hanya untuk Pekerja Migran, Pelajar dan Pegawai Pemerintah

Clinical Psychologist Emeldah Suwandi yang juga hadir dalam sesi Migrant Talk tersebut menerangkan bahwa orangtua maupun orangtua pengganti harus bisa memberikan penjelasan kepada anak-anak dengan memperhatikan usia mereka.

“Ketika mereka masih kecil gunakan bahasa sederhana, hanya saja ketika sudah besar saat anak sudah bisa banyak protes kita perlu mengajak diskusi mendalam.” Kata Emeldah.

Beberapa anak dengan orangtua sebagai pekerja migran kebanyakan mengalami kurangnya pendampingan orang tua.

Di sini peran orangtua pengganti sangatlah penting. Orangtua dari anak harus secara rutin melakukan komunikasi dengan anaknya langsung dan juga dengan orangtua penggantinya.

Karena anak-anak dari para pekerja migran ini sangat membutuhkan dukungan dan bimbingan.

Jadi peran orangtua pengganti jelas sangat dibutuhkan agar anak pekerja migran tetap mendapat cukup perhatian dan kasih sayang dari sosok orangtua.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan