Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Agustus 8, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

KSP: Perempuan Harus Jadi Subjek Yang Berdaya

Topcareer.id – Kantor Staf Presiden (KSP) mengatakan para perempuan harus sehat, sejahtera dan memperdayakan dirinya terlebih dahulu agar bisa memainkan perannya secara optimal.

Hal ini diungkapkan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Brian Sri Prahastuti dalam peringatan hari Ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember di Jakarta, pada Rabu (22/12/2021).

“Perempuan justru seharusnya menjadi subjek, yang berdaya, yang sejahtera, yang sehat, yang mampu mengambil keputusan yang terbaik untuk dirinya sendiri agar dapat berkontribusi secara maksimal dalam lingkup keluarga, masyarakat, dan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Sebab menurutnya, perempuan Indonesia memiliki peranan penting dalam upaya pencegahan dan penurunan prevalensi stunting dan angka kematian ibu (AKI).

Baca juga: Kemnaker: Digitalisasi Pekerjaan Ciptakan Kesempatan bagi Penyandang Disabilitas

Sebelumnya, KSP juga fokus terhadap isu strategis yang berkaitan dengan perempuan dan anak. Sebab selain aktif melakukan pengawalan prioritas nasional percepatan penurunan angka stunting dan kematian ibu. KSP bahkan bersama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) telah berinisiatif mengembangkan program SEJIWA.

“SEJIWA ini salah satunya untuk memberikan pelayanan kesehatan mental terutama bagi perempuan yang sangat terdampak oleh pandemi COVID-19,” tambahnya.

Selain itu, KSP mendukung badan legislatif dalam proses pembentukan Rancangan Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS).

Pada kesempatan yang berbeda, bu Negara, Iriana Jokowi juga menegaskan bahwa hari ibu tidak semata-mata sebagai momen untuk mengucapkan terima kasih atas jasa para ibu, tapi sekaligus menjadi saat yang tepat untuk memberikan perhatian dan pengakuan atas eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan.

“Momentum istimewa ini harus membangkitkan semangat kaum perempuan untuk lebih berani berbicara dan menunjukkan potensinya, semakin berdaya membangun kesetaraan dan kehidupan yang sejahtera, serta semakin inovatif berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” tuturnya di Yogyakarta, Rabu (22/12/2021).**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan