Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Januari 18, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Setelah Varian IHU Ditemukan di Prancis, Sekarang Muncul Deltacron di Siprus

Ilustrasi Virus. Dok/Detik

Topcareer.id – Hanya beberapa hari setelah Prancis mengumumkan penemuan varian ‘IHU’, varian baru virus corona Deltacron telah muncul di Siprus.

Varian ini memiliki latar belakang genetik serupa dengan varian Delta, serta beberapa mutasi dari Omicron.

Sejauh ini, nama ilmiah varian baru Deltacron ini belum diumumkan.

Tetapi seperti dalam kasus temuan baru IHU di Prancis, para ahli mengatakan bahwa itu bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan saat ini.

Jadi, inilah yang perlu diketahui:
Sejauh ini, secara total, 10 mutasi ditemukan pada 25 sampel yang diambil di Siprus.

Sebelas sampel berasal dari orang-orang yang dirawat di rumah sakit karena virus, sementara 14 berasal dari populasi umum, mengutip Cyprus Mail.

Dr Leondios Kostrikis, kepala laboratorium bioteknologi dan virologi molekuler di Universitas Siprus, mengatakan bahwa frekuensi mutasi di antara pasien rawat inap lebih tinggi dan dapat menunjukkan korelasi antara varian baru dan rawat inap.

Kostrikis juga menekankan bahwa varian tersebut memiliki latar belakang genetik yang mirip dengan varian Delta, serta beberapa mutasi dari Omicron.

Varian baru bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan saat ini, kata menteri kesehatan Siprus Michalis Hadjipandelas pada hari Sabtu (8/1).

Hadjipandelas mengatakan, “Penelitian dan temuan inovatif tim Dr Kostrikis membuat kami bangga dengan para ilmuwan kami.”

Menteri juga menggarisbawahi bahwa penelitian ini menempatkan Siprus di peta internasional dalam hal masalah kesehatan.

Baca juga: Kasus COVID-19 Capai Lebih dari 10 Juta, Prancis Keukeuh Tak Perketat Pembatasan

Tetapi menurut sebuah laporan lain dari ahli virologi Dr Tom Peacock di Imperial Department of Infectious Disease di Inggris mengatakan di media sosial bahwa Deltacron mungkin bukan varian yang sebenarnya, tetapi mungkin akibat kontaminasi.

“Jadi ketika varian baru datang melalui laboratorium sekuensing, kontaminasi tidak biasa (volume cairan yang sangat sangat kecil dapat menyebabkan ini), biasanya urutan yang cukup jelas terkontaminasi ini tidak dilaporkan oleh media utama,” jelasnya.

“Rekombinan pasti patut diperhatikan dan hampir pasti pada akhirnya akan ditemukan, contoh khusus ini hampir pasti kontaminasi,” tulisnya.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan