TopCareerID

Cara Meminta Manajer agar bisa Pindah ke Departemen yang Lebih Disukai

Ilustrasi pengembangan karyawan bukan lewat delegasi tugas yang berlebih,

Ilustrasi pengembangan karyawan bukan lewat delegasi tugas yang berlebih,

Topcareer.id – Ketika kamu sudah menguasai pekerjaanmu dengan sangat bagus saat ini dan kamu melihat peluang di departemen lain di perusahaan, kamu bisa mengajukan diri untuk pindah.

Tetapi, ini bukan perkara mudah. Pindah berarti kamu haus meminta atasan agar bisa pindah departemen.

Berikut ini beberapa strategi yang bisa memaksimalkan peluang kamu untuk pindah departemen agar lebih sukses.

Berpikir Seperti Bos Kamu Sekarang
Bagaimana perasaan bos kamu saat ini tentang memindahkan seorang karyawan terbaiknya ke departemen lain?

Kamu membawa seperangkat keterampilan tertentu ke tempat kerja. Bagaimana atasan kamu akan bereaksi jika kehilangan kamu?

Bersiaplah untuk menanggapi kemungkinan kekhawatiran yang akan dimiliki bos kamu.

Ini bisa berupa saran dari pekerja lain yang dapat mengisi posisi saat kamu pergi, meluangkan waktu untuk melatih seseorang sebelum kamu minta pindah.

Atau bahkan kamu bisa menawarkan untuk tetap “siap siaga” untuk membantu saat kamu pindah ke departemen lain sambil menunggu bos kamu mendapat penggantimu.

Juga temukan poin positif untuk alasan transfer sebagai cara untuk mengimbangi hal negatif apa pun.

Jika kamu mengetahui riwayat karier atasanmu, mungkin kamu bisa ingatkan mereka bagaimana langkah mereka sendiri di dalam perusahaan saat memajukan karier mereka dan kamu berharap untuk melakukan hal yang sama.

Sejajarkan Dukungan Kamu
Atasan kamu akan merasa lebih sulit untuk menolak permintaan kamu pindah antar departemen jika dia tahu bahwa ide tersebut didukung oleh orang lain dalam organisasi.

Mungkin calon atasan di departemen baru bisa kamu dekati agar menghubungi atasanmu yang sekarang.

Lebih baik lagi, jika bos dari manajer kamu yang berada di balik gagasan kepindahan kamu ke departemen lain.

Buat Permintaan Kamu
Prosedur yang digunakan di tempat kerja kamu, budaya perusahaan, dan hubunganmu dengan atasan, semuanya menjadi faktor dalam membuat permintaan.

Di beberapa organisasi besar, khususnya dalam pekerjaan pemerintah, mungkin ada dokumen formal yang diperlukan untuk memulai proses.

Apa pun proses formalnya, sangat ditekankan bahwa kamu sebaiknya tetap harus berkomunikasi langsung untuk meminta ijin. Jangan hanya mengandalkan calon atasan baru atau bos dari atasan kamu untuk mengkomunikasikan keinginan kamu untuk pindah.

Ini bisa berupa percakapan informal, pertemuan terjadwal, atau bahkan memo formal dari kamu kepada atasan.

Terkadang kombinasi pendekatan kemudian percakapan yang diikuti dengan memo, adalah yang paling masuk akal.

Namun tetap saja budaya tempat kerja kamu dan bagaimana hubunganmu dengan supervisor tetap merupakan panduan terbaik tentang bagaimana melanjutkannya.

Baca juga: 6 Perilaku Buruk yang Hancurkan Efektivitas Kamu sebagai Manajer

Siapkan Beberapa Alternatif
Betapapun kamu telah mempersiapkan diri dengan baik dan meyakinkan tentang permintaan transfer kamu, supervisor mungkin masih enggan untuk memberi persetujuan.

Ada baiknya kamu menyiapkan beberapa saran alternatif agar tidak menutup pintu peluang baru kamu. Pertimbangkan opsi seperti pemindahan sementara.

Atau bisa juga bertukar dan berbagi pekerjaan dengan seseorang di departemen yang kamu tuju. Jadi kamu berdua bisa bertukar pekerjaan, sehingga tidak ada atasan yang kekurangan staf.

Kamu juga bisa menyarankan keputusan yang ditangguhkan. Misalnya kamu bisa menawarkan diri kepindahan kamu dilakukan pada awal tahun atau beberapa bulan ke depan.

Hal ini bertujuan agar atasan kamu mendapat waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian staf.**(Feb)

Exit mobile version