TopCareerID

Mengenal Non-Fungible Tokens Atau NFT yang Kini Semakin Viral (Bagian 1)

NFT. Dok/Suara.com

Topcareer.id – Non-Fungible Token atau NFT telah mengubah cara orang dalam memiliki sesuatu secara digital.

Artikel ini membahas tentang mengenal apa itu NFT, apa yang membuatnya begitu istimewa, apa yang memberinya nilai, dan bagaimana NFT bisa digunakan?

NFT telah mengumpulkan perhatian yang signifikan sebagai salah satu inovasi transformatif paling menarik yang ditawarkan blockchain kepada para pengembang dan dunia bisnis.

Untuk mengetahui lebih lanjut, mari kita dive down.

Bagian pertama dari artikel:

Definisi NFT untuk pemula

Fungibility
Untuk menentukan apa sebenarnya NFT itu, kamu perlu memahami konsep “fungibility.”

Istilah itu mungkin terdengar rumit, tetapi ini adalah ide sederhana yang dapat kamu hubungkan dengan kehidupan sehari-hari.

Pada intinya, item fungible adalah sesuatu yang dapat ditukar 1:1 dengan item lain yang klasifikasi/deskripsinya sama.

Setiap unit yang dapat dipertukarkan pada dasarnya identik, dan karenanya dapat dipertukarkan.

Mata uang adalah contoh sempurna dari aset yang sepadan.

Misalnya kamu punya selembar uang senilai Rp10.000 kembalian dari naik bus kota dan lecek karena kamu masukkan ke dalam kantong secara asal-asalan hingga nyaris sobek.

Lalu kamu melihat pacar kamu punya uang Rp10.000 yang masih mulus utuh dari dalam dompet LV KW super kesayangannya.

Kemudian kamu tukarlah uang lusuh kamu dengan milik pacarmu, nilainya tetap sama kan Rp10.000.

Selain dapat dipertukarkan, barang/aset yang dapat dipertukarkan dapat dibagi.

Ini berarti NFT dapat ditambahkan atau dibagi tanpa mengubah sifat dasar item yang ditukar. Uang Rp10.000 selalu dapat dibagi menjadi kombinasi koin atau uang lembaran apa pun selama berjumlah Rp10.000 untuk mewakili nilai yang sama.

Non-Fungibility
Artinya unik dan tidak bisa ditukar dengan sesuatu yang lain, karena punya karakteristiknya sendiri.

Tidak seperti aset yang dapat dipertukarkan seperti Bitcoin, item yang tidak dapat dipertukarkan dalam NFT dicirikan sebagai:

Dalam banyak hal, non-fungibility terkait erat dengan identitas, baik itu identitas aset itu sendiri, pemiliknya, atau penciptanya.

Ketika hal-hal tidak dapat dipertukarkan, setiap unit memiliki identitas uniknya sendiri yang memengaruhi penilaian intinya.

Perbedaan dalam penampilan, kelangkaan, kegunaan, dan banyak properti lainnya secara langsung mempengaruhi identitas suatu unit, dan pada gilirannya, nilainya.

Misalnya, kamu tidak bisa menukarkan lukisan Mona Lisa asli dengan versi KW-nya, karena hanya ada satu lukisan Mona Lisa yang otentik di dunia.

Itulah kekuatan identitas; sumber, cerita, dan sejarah di balik sesuatu semuanya memungkinkan terciptanya aset unik yang tak tergantikan.

Baca juga: Tweet Pertama Bos Twitter Jack Dorsey Dijual Rp 41,7 Miliar Sebagai NFT

Demikian pula, jika sesuatu secara langsung terkait dengan identitas pribadi kamu, itu unik dan memiliki nilai lebih bagi kamu daripada orang lain.

Sama seperti ‘mas-mas biasa’ bernama Ghozali (22) yang baru-baru ini viral karena berhasil menjual NFT foto selfie hariannya yang ia kumpulkan selama lima tahun laku hingga jutaan rupiah per foto.

Keunikan hasil kegabutan Ghozali selama lima tahun sangat otentik sehingga menjadi aset unik yang langka dan hanya dirinyalah pemiliknya.

Tokens
Token itu semacam kontrak yang memberikan keuntungan bagi pemiliknya.

Misalnya, kamu punya tiket nonton konser band Simple Plan, tiket itu ibaratnya sebagai token yang bisa memberikan keuntungan untuk kamu agar memiliki akses masuk ke acara konser.

Jadi, NFT itu apa?
Sederhananya, NFT itu adalah aset digital yg berisi ciri-ciri unik yg dikodekan dan disimpan di blockchain dalam bentuk kontrak (smart contracts), dan memberikan manfaat untuk pemiliknya.

NFT berbeda ya dengan cryptocurrency utama seperti Bitcoin.

Non-Fungible Tokens membawa nilai kelangkaan dan kelangkaan ini masuk ke dalam blockchain. NFT memungkinkan versi digital dari koleksi yang akan dibuat.**(Feb)

Exit mobile version