Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Oktober 6, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Presiden Jokowi: Impor Elpiji Indonesia Gede Banget, Rp 80-an Triliun

Topcareer.id – Presiden RI Joko Widodo dalam acara groundbreaking pembangunan proyek hilirisasi batubara menjadi Dimethyl Ether (DME) pada Senin (24/1/2022), sempat merasa kesal ketika menyebut bahwa Indonesia impor elpiji sampai Rp 80 triliun.

Presiden mengungkapkan, besarnya angka impor Liquified Natural Gas (LPG), menjadi perhatian khusus bagi pemerintah serta menjadi bahan pertimbangan lahirnya proyek DME.

“Impor kita elpiji itu gede banget, mungkin Rp80-an triliun dari kebutuhan Rp100-an triliun. Impornya Rp80-an triliun. Itu pun juga harus disubsidi untuk sampai ke masyarakat karena harganya juga sudah sangat tinggi sekali. Subsidinya antara Rp60 sampai Rp70 triliun,” jelas Jokowi, dikutip dari siaran pers Kementerian ESDM.

Jokowi menyoroti ketersediaan bahan baku yang minim pemanfaatan sebelum adanya proyek DME. Indonesia, kata dia, memiliki row material batubara, tapi yang buka lapangan kerja malah negara lain.

“Bila proyek ini berproduksi mampu menekan subsidi dari APBN sekitar Rp7 triliun. Apalagi kalau semua LPG sudah distop dan pindah ke DME, ini bisa memperbaiki necara dagang, neraca transaksi berjalan kita,” tambahnya.

Baca juga: Permintaan Kelewat Tinggi, Dunia Bisa Hadapi Kekurangan Lithium

Secara rinci, keberadaan proyek DME Tanjum Enim mampu menekan impor LPG hingga 1 juta ton/tahun dengan produksi DME 1,4 juta ton/thn sehingga meningkatkan ketahanan energi nasional.

Di samping itu, proyek DME mampu menyerap tenaga kerja sebesar 10.600 orang pada tahap konstruksi dan 8.000 orang pada tahap operasi, menambah investasi asing hingga sekitar USD2,1 miliar (investasi awal yang dilakukan 100% oleh Air Product), serta menghemat cadangan devisa hingga Rp9,14 triliun/tahun pada harga rata-rata LPG 637,3 USD/MT (menggunakan basis rata-rata HIP LPG 2021).

“Kalau ada lima investasi seperti yang ada di hadapan kita ini 70 ribu lapangan pekerjaan akan tercipta, itu yang langsung. Yang tidak langsung biasanya dua sampai tiga kali lipat,” tegas Jokowi.

Pemanfaatan DME sebagai bahan bakar energi memiliki keunggulan seperti mudah terurai di udara sehingga tidak merusak ozon, nyala api yang dihasilkan lebih stabil, tidak menghasilkan polutan particulate matter (PM) dan nitrogen oksida (NOx); tidak mengandung sulfur serta pembakaran lebih cepat dari LPG.

Tinggalkan Balasan