TopCareerID

Jepang Desak Warganya agar tidak Mendiskriminasi yang Tidak Divaksin COVID-19

Foto Ilustrasi

Topcareer.id – Ketika semakin banyak negara meningkatkan tekanan pada warganya yang tidak divaksinasi terhadap COVID-19, Jepang justru mengambil pendekatan yang berlawanan.

Lebih dari 78 persen dari 126 juta penduduk Jepang telah divaksinasi lengkap, dan pemerintah sangat menganjurkan semua warga untuk mendapatkan salah satu dari tiga suntikan yang tersedia yakni Pfizer, Moderna atau AstraZeneca.

Namun, tidak seperti pendekatan kasar di banyak negara lain, pemerintah Jepang mengatakan mendapatkan vaksinasi adalah pilihan pribadi.

Pemerintah juga memperingatkan masyarakat untuk tidak “mendiskriminasi” mereka yang memilih untuk tidak melakukannya.

“Walaupun kami mengimbau semua warga untuk menerima vaksinasi COVID-19, itu tidak wajib atau wajib,” demikian pemberitahuan di situs web Kementerian Kesehatan Jepang.

Baca juga: Wow! Profesor di Jepang Ciptakan TV yang Layarnya bisa Dicicipi

Vaksinasi akan diberikan hanya dengan persetujuan orang yang akan divaksinasi setelah informasi diberikan.

Menjalani vaksinasi harus atas keputusan sendiri tanpa paksaan atau tekanan dari pihak manapun.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menyampaikan dalam web nya, “Vaksin tidak akan pernah diberikan tanpa persetujuan penerimanya,” katanya.

“Kami mendesak masyarakat untuk tidak pernah memaksa vaksinasi di tempat kerja atau pada orang lain di sekitar mereka, dan jangan pernah memperlakukan mereka yang tidak mau divaksin dengan cara yang diskriminatif.” Ujar Kishida.

Exit mobile version