TopCareerID

Mau Sukses? Tinggalkan 5 Kebiasaan Buruk Ini

Sumber foto: freepik.com

Topcareer.id – Banyak orang yang ingin mengatur ulang dan membuang kebiasaan buruknya. Butuh lebih banyak motivasi untuk memulai semua dari awal dan meninggalkan yang buruk.

Mungkin kamu telah menghadapi perubahan yang sulit, harus melakukan hal-hal yang berbeda atau kehidupan kerja telah berubah sepenuhnya.

Berikut adalah lima kebiasaan umum yang dapat menghambat kemajuan kamu yang sebaiknya segera kamu tinggalkan.

Penundaan
Hampir semua orang suka melakukannya. Tapi ini kebiasaan yang sangat buruk. Penyesuaian kecil adalah kunci untuk mengubah kebiasaan ini.

Pecahkan tugas yang kamu sering tunda menjadi langkah-langkah yang lebih kecil untuk fokus hanya pada satu per satu, dan buat garis waktu dengan tenggat waktu untuk setiap langkah.

Terlalu sering nonton acara TV
Teknologi untuk hiburan selalu berkembang mengikuti tren. Terkadang kamu tanpa terasa sudah menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menonton serial TV.

Waktu menatap layar yang berlebihan terkait dengan risiko kesehatan, terlebih saat bekerja kamu juga sudah harus cukup lama menatap layar monitor.

Cobalah aktivitas waktu senggang yang berbeda seperti melukis, memasak, membaca, atau hobi apa pun yang menurutmu santai dan membuatmu lebih segar daripada hiburan berbasis layar.

Baca juga: Awas! 4 Kebiasaan Ini Ternyata Beracun lho

Terlambat
Keterlambatan hadir di tempat kerja dapat menjadi kebiasaan buruk yang kronis dan dapat memberi kesan bahwa kamu tidak disiplin dan tidak dapat diandalkan.

Mencari tahu penyebabnya adalah kuncinya, apa sebenarnya yang membuatmu terlambat?

Mengatasi masalah mendasar mengapa kamu sering sekali terlambat dapat membantumu menyesuaikan dan memprioritaskan tugas.

Mengorbankan kesehatan
Pada saat hidup sulit, kebiasaan sehat seperti makan dengan baik, berolahraga dan cukup istirahat bisa tergelincir dan mungkin membuat frustrasi. Inilah saat-saat ketika kebiasaan itu bisa menjadi yang paling harus kamu perhatikan.

Perlu kamu ingat bahwa merawat kesehatan dan kesejahteraan diri bukanlah tindakan egois.

Jika kamu merasa batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi kamu telah kabur, coba lakukan pengaturan beberapa batasan seputar pekerjaan.

Exit mobile version