Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, September 29, 2022
redaksi@topcareer.id
Profesional

Mau Minta Cuti Kerja Lebih Lama? Perhatikan Hal Ini

cropped-Learn-the-Truth-About-Standing-Out-to-Your-Boss-In-90-Seconds.jpg

Topcareer.id – Sebentar lagi memasuki waktu lebaran, Pemerintah telah menetapkan waktu untuk cuti bersama untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Namun, bisa saja kamu merasa memerlukan waktu cuti yang lebih panjang karena bebrapa alasan tertentu.

Seperti jarak pulang kampung yang jauh, anggota keluarga yang meminta kamu lebih lama di kampug setelah dua tahun tidak bisa pulang, ataupun alasan krusial lainnya.

Menghadapi masalah seperti ini banyak orang bernegosiasi untuk meminta cuti tambahan agar bisa libur lebih lama.

Meminta cuti yang lebih panjang bisa menjadi hal yang menakutkan, terutama jika tidak ada proses yang jelas di organisasi kamu.

Cuti yang diperpanjang adalah bagian tak terpisahkan dari apa yang dikenal di dunia akademis sebagai kesepakatan istimewa.

Ada dua jenis utama permintaan cuti, yakni cuti yang diperpanjang yang dapat kamu antisipasi dan rencanakan, kemudian permintaan cuti yang tidak direncanakan sebagai tanggapan atas tuntutan keluarga yang tiba-tiba.

Perbedaan terbesar untuk keduanya adalah apakah kamu punya siap bernegosiasi.

Ketika kamu menyiapkan waktu untuk merencanakan permintaan libur tambahan kamu, ada beberapa yang harus kamu lalui yaitu:

Persiapan
Langkah pertama yang penting dalam negosiasi cuti adalah fase persiapan.

Kamu harus persiapkan dirimu dengan merenungkan apa tujuan kamu yang sangat kuat sehingga kamu membutuhkan tambahan libur.

Kumpulkan informasi pendukung sebanyak-banyaknya untuk mengajukan tambahan waktu libur.

Negosiasi
Dengan tujuan dan informasi yang jelas tentang kebijakan dan preseden, kamu akan siap untuk berbicara dengan atasan.

Ketika hubunganmu dengan atasan baik dan kepercayaan terhadap kamu tinggi, maka proses negosiasi bisa menjadi lebih mudah.

Hal itu juga terlihat lebih merupakan percakapan yang dibingkai untuk memecahkan masalah.

Namun, jika hubunganmu dengan atasan kurang baik, cobalah untuk mencari peluang internal yang memungkinkanmu melapor ke manajer yang menurutmu akan lebih mendukung.

Ambil cuti
Bagaimana cuti kamu benar-benar bisa diterapkan dan apakah itu mewujudkan tujuan yang kamu miliki untuk itu.

Implementasi juga membentuk manfaat dan merinci biaya cuti untuk kamu dalam jangka panjang.

Uraikan permintaan secara tertulis
Meskipun ada formulir yang harus kamu isi untuk meminta tambahan libur, namun kamu sebaiknya memberikan pemberitahuan tertulis juga.

Sampaikan surat kamu kepada atasan dan manajer HRD. Gunakan email sederhana sudah cukup.

Berikan bukti bila perlu
Dalam kebanyakan kasus, atasan atau HRD akan meminta meminta bukti dari kamu.

Sebiknya kamu kumpulkan banyak bukti yang kuat agar bisa mendukung persetujuan tambahan libur kamu.

Ingat, alasan dan bukti yang akan kamu serahkan keduanya kepada atasan kamu harus benar-benar masuk akal dan logis.

Baca juga: Akhirnya Libur Panjang! Ini Detail Cuti Lebaran 2022

Bagaimana jika kehidupan profesional kamu dibutakan oleh permintaan keluarga yang tidak mungkin kamu tolak?

Katakanlah orangtua kamu tiba-tiba sakit dan membutuhkan perawatan yang akan memakan waktu.

Sementara saudara kamu tidak ada yang bisa pulang kampung dan orangtua kamu tidak memiliki pembantu untuk membantu menjaga serta mengurusnya.

Dalam kasus kebutuhan libur yang tidak terduga, proses pengajuannya akan lebih singkat.

Tetapi bahkan tanpa banyak pemberitahuan atau persiapan, kamu bisa membuat permintaan yang dengan jelas menyatakan kebutuhanmu dan mengapa perusahaan harus mendukungnya.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan