Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, November 28, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

5 Tips Tingkatkan Skill Mobile Fotografi

smartphone-camera-terms-hero-image-1Ilustrasi. (dok. BT.com)

Topcareer.id – Bukan rahasia lagi bahwa era digital telah mengubah banyak orang menjadi fotografer amatir dengan keterampilan mobile fotografi.

Hal ini menciptakan ledakan jurnalis amatir dan pembawa berita di media sosial yang hanya bermodalkan smartphone dan skill mobile fotografi.

Ini hal yang luar biasa, tidak peduli bagaimana para penentang fenomena ini mungkin mengomel tentang poin-poin penting dari subjek ini.

Tingkat teknologi yang lebih tinggi dan aksesibilitas yang meningkat juga memungkinkan untuk memonetisasi aktivitas memotret menggunakan smartphone.

Peningkatan aksesibilitas juga menciptakan tingkat persaingan tinggi saat mencoba mendapatkan uang dari usaha mobile fotografi kamu.

Berikut ini lima tips tingkat pemula yang akan membantu meningkatkan kemampuan mobile fotografi seluler kamu.

Tujuannya agar kamu bisa memperoleh manfaat maksimal dari keterampilan mobile fotografi yang kamu miliki.

1) Gunakan long exposure
Saat berfokus pada foto lanskap atau pemandangan, pilihlah foto long exposure untuk mengaburkan keramaian dan membawa fokus pada scene utama.

Jika kamu bisa melakukannya dengan benar, efek ini akan memberikan sentuhan artistik pada foto kamu.

Selain itu, kamu juga bisa mempertajam fokus pada apa yang penting dari bidikan tersebut.

2) Jangan gunakan digital zoom bawaan smartphone!
Tolong lawan dorongan dalam dirimu untuk menggunakan zoom! Itu hanya membuat foto jadi terlihat berbintik, berpiksel, dan kabur.

Tentunya itu bukanlah hal yang kamu inginkan dalam hasil mobile fotografi kamu.

Semakin sering kamu menerapkan zoom digital itu, semakin sensitif kamera ponsel terhadap gerakan tangan.

Ada dua pilihan, bergerak lebih dekat ke subjek atau berinvestasi dalam aksesoris lensa clip-on.

3) Jangan gunakan flash
Ini adalah tindakan refleksif lain ketika terjebak di tempat yang gelap, tetapi yang biasanya terjadi adalah cahaya dari flash smartphone kamu memantul kembali dari apa yang kamu sedang coba foto.

Hasilnya, kamu hanya mendapat gambar yang penuh dengan cahaya silau dan tidak menarik.

Lebih baik untuk mempelajari cara terbaik memanfaatkan cahaya alami. Atau bisa juga menggunakan sumber cahaya eksternal tambahan sebagai pilihan.

Fitur hebat pada smartphone adalah kamu bisa mengetuk titik berbeda di layar saat mencoba mengambil foto untuk memfokuskan sesuatu.

Misalnya, kamu ingin memotret seseorang terutama fitur di wajahnya namun sedang dalam ruangan kurang cahaya.

Coba ketuk wajah orang tersebut dan kamu akan melihat sebuah kotak kecil muncul di layar smartphone.

Gambarnya kotak dan berwarna kuning dengan matahari kecil di sudut, ini bisa membuatnya menjadi lebih terang.

Baca juga: Tips Fotografi Gampang untuk Pekerja Kantoran

4) Ambil banyak foto sebanyak-banyaknya
Ini berbeda dengan menggunakan mode burst untuk menangkap bidikan aksi terbaik.

Maksudnya ambil foto sebanyak mungkin adalah kamu perlu banyak bergerak pindah menyesuaikan fokus, sudut, jarak, dan ketinggian dari tanah.

Kemudian kamu ambil 15 hingga 20 foto dari satu subjek dari berbagai sudut.

Dari sana kamu mungkin mendapatkan satu bidikan yang sangat bagus dan layak untuk kamu edit pascaproduksi.

Jangan malu untuk itu. Lebih baik memiliki banyak gambar yang berakhir di tempat sampah digital, selama kamu bisa mendapatkan satu foto layak bingkai yang kamu ingin.

5) Filter Instagram tidak sama dengan pengeditan
Filter Instagram memang menyenangkan, tetapi lebih baik kamu berani membeli dan mempelajari perangkat lunak Adobe Photoshop.

Kamu akan belajar tentang hal-hal seperti kontras, saturasi, dan kecerahan sehingga kamu dapat menyesuaikan foto kamu.

Semoga tips ini memicu minat kamu dalam meningkatkan keterampilan mobile fotografi menggunakan smartphone.

Jangan lupa untuk tambahkan ide kamu sendiri juga untuk meningkatkan skill mobile fotografi kamu.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan