Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Februari 9, 2023
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Begini Cara Supaya Tidak Frustrasi di Tempat Kerja

Sumber foto: oxyfresh.comSumber foto: oxyfresh.com

Topareerid – Frustasi saat bekerja bisa mengganggu kinerja dan produktivitas kamu dalam menyelesaikan banyak tugas penting.

Ketika kamu merasa bahwa faktor eksternal seperti rekan kerja yang mengganggu atau harapan yang tidak realistis atasan menghalangimu untuk mencapai tujuan pribadi atau pekerjaan, frustrasi bisa muncul.

Kamu bisa berubah menjadi berperilaku negatif yang berpotensi merusak karier.

Meskipun kamu tidak dapat sepenuhnya menghilangkan perasaan frustrasi di tempat kerja, kamu bisa menguranginya.

Berikut ini tips agar kamu bisa menekan rasa frustasi di kantor.

Gunakan Teknik Penetapan Tujuan
Buat daftar atau poster tujuan pribadi dan profesional jangka pendek dan jangka panjang yang realistis.

Sertakan juga agenda harian yang menunjukkan bagaimana kamu berencana menggunakan waktu setiap hari untuk mencapai tujuan.

Beri tahu rekan kerja tentang pentingnya tujuan dan jadwal yang kamu tampilkan, lalu minta mereka membantumu dengan menghormati agenda yang kamu buat.

Jika satu atau lebih rekan kerja mengganggu pekerjaanmu, tunjukkan daftar tujuan atau poster dan agenda harian sebagai pengingat.

Fokuslah pada tujuan dan tanggung jawab pekerjaan daripada membiarkan frustrasi mengambil alih.

Sering-seringlah melihat daftar atau poster dan agenda yang kamu buat untuk mengingatkan diri sendiri mengapa harus tetap fokus frustrasi mulai terjadi.

Jangan Biarkan Orang Lain Mengganggu
Berpikir dan bertindak sepositif mungkin sepanjang hari kerja untuk mencegah tindakan orang lain yang membuatmu berpikir atau bertindak negatif.

Ketika kamu merasa frustrasi dengan rekan kerja, tersenyumlah dan katakan hal-hal positif atau diam.

Jika seorang rekan kerja mulai mengeluh tentang rekan kerja lain, katakan sesuatu yang baik tentang karyawan yang dia keluhkan.

Hindari Percakapan Beracun
Batasi percakapan kamu pada topik yang berhubungan dengan pekerjaan dan batasi jumlah informasi pribadi yang kamu bagikan.

Selain itu, bila memungkinkan, jauhkan dirimu dari diskusi dan situasi yang melibatkan politik kantor, gosip, dan desas-desus.

Ini juga untuk mencegah diri kamu terseret ke dalam situasi negatif dan membuat frustrasi serta untuk melindungi reputasimu.

Jangan Biarkan Masalah Berlarut-larut
Tuliskan masalah saat itu terjadi, lakukan brainstorming cara untuk menyelesaikannya dan kemudian laporkan ke atasan daripada membiarkannya menggerogoti pikiranmu hingga frustasi.

Misalnya, jika kamu merasa keterampilanmu kurang dimanfaatkan, tuliskan pekerjaan atau tugas lain yang kamu rasa dapat kamu tangani.

Kemudian, diskusikan masalah tersebut dan cari sebanyak mungkin solusinya dengan atasan kamu.

Tempatkan Diri Kamu Pada Posisi Orang Lain
Lihatlah secara objektif dan realistis pada situasi yang mengganggu yang dapat menyebabkan frustrasi untuk mendapatkan perspektif.

Saat kamu frustrasi dengan rekan kerja, coba bayangkan jenis masalah yang mungkin dihadapi rekan kerja yang menyebabkan gangguan tersebut.

Jika kamu terus mengalami kesulitan dengan orang ini, laporkan ke teman tepercaya atau secara pribadi dengan supervisor.

Baca juga: Ini 8 Hal yang Bikin Dokter Frustasi Saat Janji Temu

Minta Tambahan Waktu
Jika kamu mengalami frustrasi, tarik napas dalam-dalam beberapa kali atau menjauhlah dari sumber frustrasi untuk menenangkan diri.

Jika kamu terus mengalami frustrasi, atau panik atau depresi akibat frustrasi, bicarakan dengan supervisor tentang hal itu.

Saat kamu mengalami masalah yang tidak dapat diselesaikan hari itu dan kamu tidak dapat fokus pada pekerjaan, mintalah atasanmu untuk mengizinkan kamu mengambil waktu istirahat lebih panjang dan negosiasikan tenggat waktu baru.

Atasan yang benar akan bersedia memberikan istirahat tambahan darurat kepada karyawan untuk mencegah kelelahan yang dapat mengakibatkan penundaan kerja tambahan.

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan