Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Juni 27, 2022
redaksi@topcareer.id
LifestyleTren

Tips Kelola THR Biar Nggak Cepat Habis, Menurut Dosen UM Surabaya

Ilustrasi upah buruh provinsi.Dok/Merdeka

Topcareer.id – Jelang Lebaran, satu hal yang paling dinanti para pekerja adalah Tunjangan Hari Raya. Sayangnya, momen Lebaran dan cairnya THR ini membuat sebagian orang berlebihan dalam membelanjakan uangnya sehingga cepat habis.

Penting bagi penerima THR untuk bisa mengelola keuangannya sehingga tidak berujung pada pemborosan di momen Lebaran.

Dosen Ekonomi Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Fatkur Huda berbagi beberapa tips cerdas mengelola dana THR agar tidak habis saat menyambut lebaran.

“Pertama yang harus dilakukan adalah membuat pos keuangan, perlu adanya rincian terkait dengan kebutuhan yang akan dialokasikan dalam menyambut hari Lebaran,” kata Fatkur, dikutip dari laman resmi UM Surabaya, Jumat (22/4/22).

Fatkhur lebih lanjut menuturkan, dalam mengalokasikan kebutuhan lebaran seseorang harus tetap membedakan antara THR dan gaji bulanan, karena alokasi gaji bulanan tetap untuk memenuhi kebutuhan bulanan sebagaimana yang telah anda rencanakan di setiap bulan.

Sedangkan, kata dia, pos kebutuhan THR dapat dialokasikan untuk kebutuhan membayar zakat, baik zakat fitrah maupun zakat penghasilan, fidiyah maupun sedekah, kebutuhan mudik, perlengkapan makanan sajian saat lebaran dan perlengkapan busana atau ibadah.

Baca juga: 5 Makanan Yang Sebaiknya Dihindari Di Usia 40

“Kedua, atur prioritas, dalam mengatur kebutuhan perlu adanya prioritas yang direncanakan mulai dari kebutuhan yang sifatnya wajib, butuh atau ingin. Upaya mengatur prioritas ini dimaksudkan agar dalam mengalokasikan kebutuhan dapat menyesuaikan nominal THR yang diterima,” tuturnya.

Tips selanjutnya adalah bayar tagihan, jika saat ini memiliki utang, maka dana THR sangat tepat digunakan untuk mengurangi beban tanggung jawab finansial. Maka, seseorang akan merasa lebih tenang dan nyaman seusai lebaran dengan berkurangnya jumlah utang yang dimiliki.

“Alokasikan THR ke dalam investasi atau tabungan. Artinya sisihkan 10-20% dari THR sebagai dana cadangan untuk kebutuhan masa depan dalam bentuk investasi maupun tabungan yang dapat dimanfaatkan di kemudian hari,” jelasnya.

Lebih lanjut lagi tips selanjutnya adalah sisihkan untuk dana darurat. Saat menerima THR adalah momentum yang pas untuk menyisihkan dana darurat sebagai persiapan apabila terjadi sesuatu yang tak terduga.

“Karena kita tidak dapat memperkirakan apa yang akan terjadi di kemudian hari sehingga membutuhkan alokasi dana khusus untuk menyelesaikanya,”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan