Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Mei 20, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

LRT Jabodebek Bakal Beroperasi Tahun Ini

Ilustrasi LRT Jabodebek.Sumber foto: Tokopedia

Topcareer.id – Pemerintah menargetkan LRT Jabodebek bisa beroperasi pada tahun 2022 ini, sekitar akhir tahun. Untuk itu, pemerintah terus menggenjot kemudahan aksesibilitas dan integrasi antarmoda yang baik demi meningkatkan minat masyarakat akan angkutan umum.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi megatakan, tahun 2015 yang lalu Presiden Joko Widodo telah melakukan groundbreaking pembangunan LRT Jabodebek untuk menandai dimulainya pembangunan LRT Jabodebek.

“Pemerintah menargetkan LRT Jabodebek dapat beroperasi pada tahun 2022 ini,” kata Menhub dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (12/5/2022).

Menhub menyebut, pembangunan LRT Jabodebek adalah bagian dari upaya pemerintah untuk menyelesaikan masalah transportasi perkotaan di Jabodetabek.

“Jabodetabek masih bergelut dengan isu kemacetan, yang penyebab utamanya adalah penggunaan kendaraan pribadi. Untuk itu, kemudahan mengakses dan integrasi antarmoda menjadi kunci,” ucap Menhub.

Baca juga: 10 Kota Dengan Biaya Hidup Termahal Di Indonesia (Bagian 2)

Direktur Prasarana Ditjen Perkeretaapian Harno Trimadi menjelaskan, Kemenhub memfasilitasi 3 (tiga) pihak pengguna LRT yakni: pejalan kaki dan pesepeda, pengguna angkutan umum lain dan pengguna angkutan pribadi.

LRT Jabodebek akan diintegrasikan dengan Stasiun Kereta Cepat di Halim. Sementara, untuk memudahkan akses menuju Stasiun LRT Jabodebek, akan dibangun sejumlah fasilitas pendukung baik dalam jangka pendek, seperti: akses jembatan, tangga, eskalator, lift. Maupun jangka panjang seperti: park and ride, perbaikan geometri jalan, dan pelebaran jalan.

Ditargetkan, penumpang LRT ini mencapai 100 ribu orang per hari dan headway 6 menit sekali. Stasiun Cawang akan menjadi hub-nya yang diprediksi terjadi pergerakan paling besar di stasiun ini yaitu sekitar 79 ribu pergerakan per hari.

LRT ini memiliki panjang lintasan 44,43 km dan 18 titik stasiun pemberhentian. Waktu tempuh yang lebih cepat, kepastian jadwal dan kenyamanan dalam LRT, menjadi keunggulan yang diharapkan membuat masyarakat beralih ke transportasi umum.

Tinggalkan Balasan