Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Desember 3, 2022
redaksi@topcareer.id
Profesional

10 Alasan Paling Umum Kenapa Bisnis Startup Gagal (Bagian 1)

Industri stratup di Asia kian bertumbuh.

Topcareer.id – Pendiri perusahaan startup harus sangat baik dalam mitigasi risiko, atau bisa mengalami kejatuhan bisnis.

Ramai dibicarakan fenomena tentang banyaknya bisnis startup di Indonesia yang mengalami kegagalan dan harus tutup.

Berikut ini ada sepuluh alasan paling umum kenapa perusahaan startup gagal menjalani bisnis di tengah ketatnya persaingan.

Bagian pertama dari artikel:

1) Tidak ada permintaan pasar
Banyak perusahaan startup percaya bahwa penemuan mereka sangat menarik sehingga pasar akan tinggi permintaannya dan uang akan mulai mengalir masuk.

Kebanyakan pendiri startup tidak sepenuhnya memahami apa yang mungkin dapat dihasilkan oleh produk mereka.

Jika mereka dapat memvalidasi produk dalam proyek percontohan sebelum diluncurkan, para pengusaha tentu dapat mengurangi risiko kegagalan secara signifikan.

2) Kurangnya keterampilan yang dibutuhkan untuk bisnis
Banyak pendiri tidak dapat melakukan apa yang diperlukan agar bisnis dapat berkembang.

Mereka harus berkonsentrasi pada industri yang menghargai keterampilan dan latar belakang pendidikan mereka, di samping keahlian profesional mereka.

Ini akan meningkatkan peluang mereka untuk sukses dan praktik serta dedikasi yang akan mereka masukkan ke dalam bisnis tidak akan menjadi beban bagi mereka.

Keterampilan harus dilengkapi dengan keterampilan tim.

Ingatlah untuk selalu memiliki seseorang yang baik dalam penjualan, seseorang yang baik dalam manajemen dan pembukuan, seseorang yang baik dalam pemasaran dan seseorang yang baik dalam pengembangan produk saat membangun startup.

3) Mengabaikan pengeluaran
Banyak pendiri startup berjiwa teknisi dan insinyur, artinya mereka ingin membangun produk atau solusi yang sempurna untuk satu masalah dan baru diluncurkan setelah itu.

Sinyal penting untuk diidentifikasi untuk mencegah masalah arus kas biasanya adalah margin keuntungan yang rendah, biaya penggajian yang tinggi, pembelian berulang yang kecil, klien yang menunda pembayaran, dan tingkat churn yang tinggi.

Semakin banyak arus kas startup kamu menemui situasi tersebut, semakin dekat kamu untuk harus memperluas perbendaharaan dan membutuhkan lebih banyak uang tunai.

Belanjakan hanya untuk hal-hal penting dan jangan boros dalam pengeluaran perusahaan.

Baca juga: 6 Kekurangan Bekerja di Perusahaan Startup, Pikir sebelum Melamar!

4) Enggan menerima kritik atau umpan balik
Banyak pendiri startup mengalami kesulitan dengan membiarkan orang lain melihat prototipe mereka sampai cukup siap.

Enggan menerima umpan balik dari pelanggan potensial biasanya berakibat fatal bagi startup.

Padahal, feedback sangat berguna untuk membantu bisnis dalam peningkatan produk.

5) Pasar mungkin belum siap untuk produk bisnis kamu
Beberapa perusahaan meluncurkan produk sebelum waktunya dan pasar (permintaan/kebutuhan) atau teknologinya belum ada.

Yang lain meluncurkannya dengan terlambat, meskipun mereka mungkin tidak menyadari bahwa itu sudah terlambat.

Faktor kunci di sini adalah untuk selalu mempertanyakan diri sendiri dengan benchmark pesaing dan dengan akal sehat ketika penjualan tidak bisa naik.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan