Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, June 13, 2024
redaksi@topcareer.id
Tren

Media Swiss Soroti Netizen Indonesia yang Beri Rating Buruk Sungai Aare di Google

Sumber foto: dreamstime.comSumber foto: dreamstime.com

Topcareer.id – Hilangnya Emmeril Kahn Mumtadz, putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, tak hanya menjadi perbincangan netizen Indonesia, namun juga menjadi fokus perhatian warga lainnya, termasuk Swiss, tempat Eril dideklarasikan hilang setelah terbawa arus saat berenang di Sungai Aare bersama keluarga dan kerabatnya.

Baru-baru ini, media Swiss menyoroti aksi netizen Indonesia yang membanjiri rating buruk Sungai Aare di Google.

Seperti diberitakan salah satu media Swiss yang menyoroti komentar netizen Indonesia bahwa “Sungai Aare harus ditutup.”

Diketahui beberapa orang Indonesia memberikan review buruk di Google untuk Sungai Aare akibat kejadian yang menimpa Eril.

Media menjelaskan, tak terhitung banyaknya warganet Indonesia yang menggunakan fungsi review Google untuk mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap Emmeril Mumtadz.

Secara eksklusif, pemberian satu bintang diberikan oleh akun-akun dengan nama yang berasal dari Indonesia.

Tak sedikit akun bernama Indonesia yang memberikan ulasan berupa gambar sungai Aare yang berbahaya.

Baca juga:Studi: Konten Selebgram Bikin Kesehatan Mental Netizen Terganggu

“Ketika melihat peringkat, tampaknya banyak ulasan yang baru saja ditinggalkan memberi sungai Swiss hanya satu bintang, mereka hampir secara eksklusif dari akun dengan nama Indonesia. Banyak yang menggambarkan sungai itu berbahaya, beberapa meminta sungai ditutup karena arus kuat yang terjadi di beberapa daerah. Bagian Aare dan kemungkinan besar fatal bagi Mumtadz,” tulis media 20 minutes Minggu (29/5/2022).

Tetap, media Swiss ini juga melihat ada ulasan bintang lima yang menuliskan komentar bijak.

Masih ada suara-suara yang menyerukan massa yang marah untuk tidak menghakimi situasi keamanan di negara yang belum pernah mereka kunjungi.**(Feb)

the authorFeby Ferdian

Leave a Reply