TopCareerID

Tips Menjinakkan Rasa Marah dan Emosi yang Meluap (Bagian 2)

Topcareer.id – Menjaga emosi kamu agar tetap terkendali bisa jadi hal yang cukup menantang.

Kamu harus mampu untuk menjaga diri agar tetap stabil untuk memegang kendali dari amarah yang meledak-ledak.

Sebetulnya, kemarahan adalah emosi yang umum dan bahkan sehat bagi setiap manusia, Namun, penting untuk menghadapinya dengan positif.

Kemarahan yang tidak terkendali dapat merusak kesehatan dan hubungan kamu baik dengan pasangan maupun dalam kehidupan sosial.

Mulailah untuk mempertimbangkan 10 tips manajemen emosi agar lebih tenang dalam mengatasi amarah.

Bagian akhir dari artikel:

6) Gunakan kata-kata ‘Saya’
Mengkritik atau menyalahkan mungkin hanya meningkatkan ketegangan.

Sebaliknya, gunakan pernyataan “Saya” untuk menjelaskan masalahnya. Bersikaplah hormat dan spesifik.

Contoh: katakan, “Saya kesal karena kamu meninggalkan saya tanpa menawarkan bantuan untuk membersihkan kamar.”

Jangan katakan “Kamu tidak pernah membersihkan kamar.”

7) Jangan menyimpan dendam
Memberi maaf adalah alat yang ampuh untuk mengatasi emosi yang meluap.

Jika kamu membiarkan kemarahan dan perasaan negatif lainnya menekan perasaan positif, kamu mungkin akan ditelan oleh kepahitan atau rasa ketidakadilanmu sendiri.

Memaafkan seseorang yang membuat kamu marah dapat membantu kamu dan dirinya belajar dari situasi tersebut.

Hasilnya bisa positif, seperti memperkuat hubungan antara kamu dan dirinya.

8) Gunakan humor untuk melepaskan ketegangan
Humor dapat membantu meredakan ketegangan. Gunakan humor untuk membantu kamu menghadapi apa yang membuatmu emosi.

Kamu harus ingat jika ingin menggunakan humor, hindari sarkasme. Itu justru bisa melukai perasaan dan memperburuk keadaan.

Baca juga: Studi: Orang Marah Memproduksi Ide Lebih Kreatif dan Cepat

9) Latih keterampilan relaksasi
Saat emosi kamu berkobar, gunakan keterampilan relaksasi.

Latih pernapasan dalam, bayangkan pemandangan yang menenangkan, atau ulangi kata atau frasa yang menenangkan, seperti “Tenang saja.”

Kamu juga dapat mendengarkan musik, menulis jurnal, atau melakukan beberapa pose yoga. Apa pun yang diperlukan untuk mendorong relaksasi, lakukanlah.

10) Tahu kapan harus mencari bantuan
Belajar mengendalikan emosi terkadang bisa menjadi tantangan.

Cari bantuan untuk masalah kemarahan jika emosi kamu tampaknya tidak terkendali.

Jangan sampai kamu meledak hingga menyebabkan dirimu melakukan hal-hal yang akan kamu sesali atau menyakiti orang-orang di sekitarmu.

Exit mobile version