TopCareerID

7 Makanan Orang di Zona Biru yang Bikin Panjang Umur (Bagian 1)

Topcareer.id – Orang-orang yang tinggal di Zona Biru tampaknya hidup lebih lama daripada orang-orang di bagian lain di dunia.

Mereka jarang memiliki penyakit jantung, kanker, diabetes, dan obesitas.

Di Zona Biru juga banyak orang yang hidup hingga usianya lebih dari 100 tahun.

Bagi kamu yang belum mengetahui Zona Biru atau Blue Zone, lokasinya meliputi:

Berikut ini daftar tujuh makanan yang merupakan bagian dari diet utama masyarakat di Zona Biru yang membantu mereka hidup lebih lama.

Bagian pertama dari artikel:

1) Legum atau polong-polongan
Dari buncis hingga lentil, polong-polongan adalah bagian penting dari diet Zona Biru.

Sarat dengan serat dan manfaat kesehatan bagi jantung, legum juga merupakan sumber protein, karbohidrat kompleks, dan banyak vitamin dan mineral utama.

Polong-polongan biasa mereka tambahkan ke dalam salad, sup dan semur. Mereka punya banyak resep berbasis sayuran.

2) Sayuran hijau berdaun gelap
Sayuran berdaun gelap adalah salah satu sayuran yang paling padat nutrisi.

Kangkung, bayam, dan lobak Swiss adalah sayuran berdaun hijau yang berharga untuk menu diet di Zona Biru.

Untuk sayuran hijau tua adalah sumber vitamin A dan vitamin C yang baik dan mengandung zat untuk membantu mencegah kerusakan sel (antioksidan).

Orang-orang di Zona Biru kebanyakan makan produk dari kebun lokal di daerah tempat mereka tinggal.

Buah-buahan dan sayuran ditanam hanya dengan menggunakan pupuk dan pestisida alami atau secara organik.

3) Kacang-kacangan
Kacang-kacangan dikemas dengan protein, vitamin, dan mineral. Ini juga memberi asupan banyak lemak tak jenuh. Jenis lemak ini baik untuk jantung.

Penelitian juga menunjukkan bahwa mengonsumsi kacang-kacangan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.

Menjaga kolesterol tetap terkendali dapat membantu mencegah penyakit jantung

Meskipun bergizi, kacang-kacangan juga memiliki banyak kalori. Cobalah untuk menjaga takaran menu segenggam almond, kenari, pistachio, kacang mete, atau kacang Brazil per hari.

Baca juga: Peneliti Sebut Aturan Diet Orang Jepang Ini Membantumu Panjang Umur

4) Minyak zaitun
Minyak zaitun memiliki asam lemak, antioksidan, dan senyawa seperti oleuropein, bahan kimia yang dapat membantu mengurangi peradangan.

Olive oil bisa untuk memasak atau sebagai topping pada salad dan sayuran.

Penelitian telah menunjukkan bahwa minyak zaitun bisa meningkatkan kesehatan jantung karena dapat membantu menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah dalam kisaran yang sehat.

Minyak zaitun bahkan dapat membantu melindungi terhadap kondisi seperti penyakit Alzheimer dan diabetes

Ada berbagai jenis minyak zaitun. Saat Anda berbelanja minyak, carilah botol yang bertuliskan “minyak zaitun extra-virgin”.

Ingatlah bahwa minyak zaitun sensitif terhadap cahaya dan panas.

Simpan di bagian dapur yang sejuk dan gelap, seperti lemari yang tidak berada di dekat kompor.**(Feb)

Exit mobile version