Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Desember 3, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Peretas Suka Kalau Kamu Lakukan 6 Kesalahan Password Ini (Bagian 2)

Karakter ideal dalam password.Sumber foto: kompas

Topcareer.id – Meluasnya penggunaan internet menciptakan risiko terhadap keamanan siber. Sayangnya, bagi banyak orang, menekan “refresh” pada kebiasaan password mereka masih bukan prioritas.

“Sebagai penasihat keamanan siber, saya secara konsisten mendengar cerita tentang orang-orang yang mendapatkan informasi pribadi mereka dicuri karena mereka membuat kesalahan sederhana seperti menggunakan kata sandi yang sama untuk beberapa login situs web,” kata John Shier, penasihat keamanan senior di Sophos, mengutip CNBC Make It.

John Shier yang mempelajari perilaku, teknik, taktik dan prosedur criminal online, berbagi bahwa hacker atau peretas menyukai ketika orang membuat 6 kesalahan ini terkait kata sandi.

4. Membuat kata sandi sederhana yang berisi informasi pribadi

Kata sandi terbaik tidak selalu rumit, tetapi sulit ditebak. Kata sandi yang memberikan perlindungan tinggi bersifat pribadi bagimu dan tidak berisi informasi yang mudah diperoleh, seperti nama dan tanggal lahirmu.

Misalnya, fondasi kata sandi yang kuat mungkin merupakan lirik lagu favorit atau pesananmu di restoran.

Apa yang harus dilakukan: Rancang kata sandi yang panjangnya minimal 12 karakter dan hindari penggunaan informasi pribadi yang mudah ditebak. Mereka juga harus mudah diingat dan berisi berbagai karakter dan simbol.

5. Memilih keluar dari sistem otentikasi multi-faktor

Bahkan kata sandi yang paling rumit pun dapat disusupi. Otentikasi multi-faktor menciptakan lapisan perlindungan ekstra dengan mewajibkan verifikasi di luar nama pengguna dan kata sandimu setiap kali kamu masuk.

Baca juga: Apakah Kamu Sering Lakukan Ini? Jika Iya, Kamu ‘Terampil’ Hadapi Stres

Paling sering, ini dilakukan melalui kata sandi satu kali yang dikirimkan kepadamu melalui SMS atau email. Ini adalah langkah ekstra, tetapi itu sangat berharga.

Apa yang harus dilakukan: Tidak ada cara untuk menambahkan autentikasi dua faktor ke layanan yang tidak menawarkannya secara asli, tetapi kamu harus mengaktifkannya di mana pun itu didukung.

6. Menjadi apatis tentang kebiasaan password

Sangat mudah untuk berpikir bahwa serangan siber tidak akan terjadi padamu. Tetapi mengingat bahwa pelanggaran data dan ancaman siber lainnya membawa risiko tinggi pencurian identitas, kerugian finansial, dan konsekuensi parah lainnya, yang terbaik adalah bersiap untuk skenario terburuk.

Selama kamu pengguna internet, kamu akan selalu menjadi target potensial — dan kebiasaan kata sandi apatis meningkatkan tingkat risikomu lebih jauh.

Apa yang harus dilakukan: Jangan menganggap bahwa kamu aman. Terus evaluasi ulang kebersihan kata sandimu dan ketika teknologi otentikasi baru muncul, dan adopsi lebih awal.

Tinggalkan Balasan