Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, September 30, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Ikan Raksasa Oarfish Muncul Di Chili, Penduduk Khawatir ada Tsunami

1625154Ikan-Raksasa780x390

Topcareer.id – Seekor oarfish atau ikan monster sepanjang hampir 5 meter ditangkap oleh sekelompok nelayan di Chili baru-baru ini dan membuat penduduk setempat panik.

Penduduk setempat dengan cepat berkumpul untuk melihat sekilas makhluk kolosal seperti ular itu.

Tinggal di perairan dasar laut yang gelap dan jarang terlihat di permukaan maupun dekat pantai, makhluk yang sulit ditangkap ini adalah ikan bertulang terpanjang di dunia.

Sebuah video yang pertama kali diposting di TikTok menunjukkan bagaimana oarfish diangkat untuk memamerkan ukurannya yang sangat besar.

Rekaman itu menjadi viral dengan lebih dari 10 juta tampilan di TikTok, di mana banyak yang yakin bahwa penampakannya akan membawa nasib buruk.

Oarfish diyakini sebagai pertanda gempa bumi dan tsunami, penampakannya ke permukaan laut dianggap sebagai pertanda buruk dalam budaya tertentu.

Beberapa penonton mengatakan mereka percaya bahwa saat makhluk itu muncul dekat pantai menandakan gempa bawah laut akan segera terjadi.

Keyakinan ini berakar pada legenda bahwa oarfish yang hidup di kedalaman hingga 1 kilometer ke bawah laut akan terdampar di pantai sebelum gempa bumi bawah laut terjadi. Tetapi para ilmuwan membantah klaim ini.

Baca juga: Wow! Letusan Gunung di Tonga Setara dengan Ratusan Ledakan Hiroshima

Pada tahun 2019, ketika dua oarfish ditangkap di Jepang, penjaga Akuarium Uozu Kazusa Saiba mengatakan kepada CNN: “Tidak ada bukti ilmiah sama sekali untuk teori bahwa oarfish muncul akan terjadi gempa besar atau tsunami. Tapi kami tidak dapat menyangkal kemungkinan itu 100%.” kata Saiba.

Mitos oarfish sebagai pertanda kehancuran pernah terbukti setelah makhluk itu terlihat di permukaan sebelum gempa Fukushima 2011 dan tsunami berikutnya yang menewaskan lebih dari 20.000 orang.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan