Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Oktober 8, 2022
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Kasus Meningkat, Dosen UM Surabaya Berbagi Tips Cegah DBD

mosquito-dengue-newsmedicalNyamuk demam berdarah. (dok. News Medical)

Topcareer.id – Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang harus diwaspadai karena dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, muntah disertai darah hingga kematian. Hampir setiap tahun DBD dikatagorikan sebagai kejadian yang mengerikan.

Beberapa waktu terakhir kasus DBD di Indonesia meningkat. Di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), 110 warganya terjangkit DBD. Hal ini tentu menjadi pengingat kepada masyarakat agar selalu waspada dan tidak menganggap remeh penyakit DBD. Dari ratusan kasus tersebut, seorang balita berusia 3 tahun dilaporkan meninggal.

Dosen Keperawatan Komunitas dan Keluarga, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UM Surabaya, Idham Choliq menjelaskan penyakit DBD biasanya akan meningkat saat musim hujan.

“Beberapa hari ini , beberapa wilayah di Indonesia mengalami musim hujan, maka kewaspadaan kepada penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) perlu ditingkatkan, khususnya bagi anak-anak sebagai kelompok rentan. Di saat curah hujan semakin meningkat akan memunculkan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk,” jelas Idham dikutip dari laman resmi UM Surabaya, Jumat (19/8/2022).

Idham menjelaskan strategi pencegahan DBD melalui 3M harus terus digalakkan, yaitu menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, drum dan tempat penampungan air lainnya.

Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum juga mengubur barang bekas di dalam tanah agar tidak membuat lingkungan semakin kotor. Mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.

“Strategi 3M serta upaya lain juga perlu dilakukan seperti menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, memberikan larvasida pada penampungan air yang susah dikuras, dan upaya lainnya,”imbuh Idham.

Lebih lanjut lagi, Idham memaparkan bahwa di tingkat RW di beberapa wilayah sudah ada Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang bertanggung jawab untuk melakukan pemantauan nyamuk DBD.

“Jumantik harus mengajak masyarakat untuk rutin membersihkan bak mandi, melakukan gotong royong membersihkan lingkungan setiap minggu atau tiap bulan.

Di akhir penjelasannya, Idham menegaskan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan penyakit DBD di cuaca yang tidak menentu seperti saat ini.

Tinggalkan Balasan