TopCareerID

Kisah Lulusan ‘Bangkit’: Dari Mitra Ojol Jadi IT Manager

Topcareer.id – Bangkit, program kesiapan karier yang diinisiasi oleh Google dan didukung oleh para mitra, seperti GoTo, Traveloka dan Deeptech Foundation, diikuti oleh 3.100 mahasiswa pada 2022 ini. Dan pada 6 September bakal digelar kelulusan peserta Bangkit.

Google Indonesia berbagi salah satu lulusan Bangkit tahun lalu dan bagaimana program ini membantu mereka di dunia kerja.

“Menjelang kelulusan Bangkit 2022, kami memuat beberapa kisah alumninya, dan kali ini adalah kisah Syifa Nur Aini yang telah menjadi IT Manager setelah lulus,” tulis siaran pers Google yang diterima Topcareer.id, Jumat (19/8/2022).
Syifa Nur Aini (25) adalah salah satu perempuan lulusan Bangkit 2021 asal Bekasi, Jawa Barat alumni Universitas Bakrie, jurusan Teknik Informatika.

Sebagai anak pertama dan memiliki dua adik, Syifa mengemban tanggung jawab untuk menjadi driver GoJek sambil berkuliah, meski hal ini menghambat masa studinya menjadi lebih lama dari biasanya karena tidak bisa mengambil SKS sebanyak teman-temannya.

Hal ini tidak menjadi halangan karena ia masih bersemangat untuk bekerja di bidang IT dengan mengikuti kelas Bangkit ditengah kesibukannya.

“Biasanya, saya bangun pukul 5 pagi untuk menjadi mitra ojek online, setelahnya mengikuti kegiatan di kampus atau mengikuti kelas Bangkit. Kemudian dari jam 5 sore sampai jam 11 malam, saya bekerja sebagai IT Support paruh waktu di Trapo, Indonesia. Saya nggak malu, justru senang bisa membantu keluarga dan belajar banyak dari kegiatan yang padat,” kata Syifa.

Baca juga: 26 Juta Data Pelanggan Indihome Diduga Bocor, Ini Tindakan Kominfo

Di Bangkit, Syifa memilih kelas Machine Learning dengan capstone project membuat perangkat identifikasi tingkat kematangan buah dan lulus mendapatkan sertifikasi TensorFlow Developer.

Setelah lulus dari Bangkit tahun lalu, kini Syifa berprofesi sebagai IT Manager di Trapo Indonesia, perusahaan aksesori mobil yang sayap usahanya sampai Asia Tenggara. Banyak hasil pembelajaran selama satu semester dari Bangkit yang mendukung karir Syifa saat ini.

Mulai dari soft skill seperti beradaptasi, komunikasi profesional, kepemimpinan, terutama mengatur waktu karena para peserta dituntut untuk terus mencoba sebelum mengatakan ‘Saya tidak bisa melakukannya’. Selain itu juga hard skill seperti cara menangani proyek dan menguji software.

Syifa berpesan, jangan pernah membatasi diri untuk belajar dan berkarir di bidang teknologi meskipun perempuan, tetap harus memberikan kontribusi terbaik bagi bidang teknologi Indonesia. Berikut tips dari Syifa, bagi perempuan yang ingin berkarir di bidang teknologi:

Memiliki rasa percaya diri yang tinggi
Harus bisa belajar cepat seiring berkembangnya teknologi
Memiliki komitmen tinggi
Menjadi problem solver
Jangan mudah menyerah

Exit mobile version