Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, September 30, 2022
redaksi@topcareer.id
Profesional

Ingin Menghemat Biaya, Snap PHK 20% Stafnya Dan Batalkan Banyak Proyek

Topcareer.id – Perusahaan pemilik media sosial Snapchat, Snap Inc mengatakan pada hari Rabu (31/8) bahwa pihaknya akan memberhentikan 20% dari semua stafnya dan menutup banyak proyek, termasuk game seluler dan hal baru seperti kamera drone terbang.

Perusahaan terpaksa melakikan hal ini karena inflasi yang tinggi dan ekonomi yang memburuk telah merusak industri periklanan.

Pemotongan tersebut akan membantu perusahaan menghemat biaya sekitar $500 juta per tahun, kata Snap.

Perusahaan mengatakan akan fokus pada peningkatan penjualan dan jumlah pengguna Snapchat.

“Tindakan yang jelas dan menentukan” untuk memfokuskan kembali bisnisnya telah meyakinkan investor, kata Paolo Pescatore, seorang analis di PP Foresight.

Peringatan Snap pada bulan Mei bahwa mereka akan kehilangan target pendapatannya karena kondisi ekonomi yang memburuk memicu aksi jual saham media sosial.

Saham Snap yang berbasis di Santa Monica, California ditutup turun 2,5% pada $10 pada hari Selasa (30/8) setelah The Verge pertama kali melaporkan rencana PHK Snap, dan AdAge melaporkan kepergian dua eksekutif periklanan teratas.

Baca juga: Netflix Rekrut 2 Eksekutif Puncak dari Snapchat

Pertumbuhan pendapatan sejauh ini pada kuartal ketiga naik 8% dari tahun sebelumnya, yang “jauh di bawah apa yang kami harapkan”, tulis Chief Executive Evan Spiegel dalam memo kepada karyawan yang juga dirilis secara publik pada hari Rabu (30/8).

Jika tingkat pertumbuhan itu bertahan, itu akan menjadi pertumbuhan pendapatan paling lambat yang dimiliki Snap sejak menjadi perusahaan go publik pada 2017.

Dua eksekutif penjualan iklan teratas Snap – Chief Business Officer Jeremi Gorman dan Wakil Presiden penjualan iklan Peter Naylor telah bergabung dengan Netflix Inc dan mereka akan membantu Netflix membangun bisnis iklan layanan streaming.

Kepergian Gorman dan Naylor terjadi setelah Snap melaporkan penghasilan kuartal kedua yang mengecewakan, dan menghadapi lebih banyak persaingan dari TikTok, katanya.

Snap kini jelas tengah mengalami masa sulit.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan