TopCareerID

Apa yang Harus Kamu Lakukan Jika Mengalami Quiet Firing?

Work. Waktu-waktu rentan pekerja lakukan kesalahan.

Waktu-waktu rentan pekerja lakukan kesalahan. (Dok/claromentis.com)

Topcareer.id – Dalam dunia kerja profesional akan selalu ada intrik yang bisa saja menjatuhkanmu, salah satunya kamu bisa mengalami Quiet Firing atau pemecatan diam-diam.

Jika kamu telah menandai tanda-tanda adanya quiet firing terhadap dirimu seperti target kerja semakin tidak masuk akal, tak kunjung mendapat promosi dan kenaikan gaji, atau selalu digagalkan setiap kali ada kesempatan pengembangan diri, kamu harus siap untuk menghadapinya.

Jangan takut atau menjadi lemah jika kamu mengalaminya, berikut ini beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menghadapi quiet firing.

Buat jurnal kerja
Pastikan untuk mencatat dengan tepat apa yang terjadi dan membuatmu merasa tidak dihargai, dikucilkan, atau tidak disukai.

Mulailah membuat jurnal insiden dan catat perasaan kamu. Kamu bisa menunjukkan bukti spesifik ini ketika kamu siap untuk berbicara dengan manajermu.

WaAdakan pertemuan dengan manajer
Dorong manajer untuk mengadakan meeting berdua, dan jangan biarkan bos kamu menjatuhkanmu.

Kamu sebagai karyawan memiliki hak untuk dapat mengomunikasikan kekhawatiran yang kamu rasakan.

Berikan atasan contoh skenario negatif dan bagaimana perasaanmu tentang itu, kemudian diskusikan bagaimana agar kamu bisa bergerak maju.

‘Seorang manajer yang baik tahu bahwa karyawan yang bahagia adalah karyawan yang baik dan akan berupaya memperbaiki masalah ini untuk membantu membuat pengalaman kerja lebih positif.’

Jika tidak ada yang berubah, berarti memang sudah saatnya bagi kamu untuk pergi.

Baca juga: Dipecat? Begini Cara agar Lekas dapat Pekerjaan Baru

Faktanya, jika seorang karyawan tidak memenuhi harapan, perusahaan yang baik akan memberikan dukungan dan bimbingan ekstra untuk membantu mengeluarkan apa yang terbaik dari karyawan mereka.

Dalam situasi tertentu, kamu mungkin dapat mengambil tindakan hukum jika dipecat secara diam-diam, sebab ini termasuk pemecatan yang tidak adil dan konstruktif.

Pemecatan konstruktif adalah ketika kamu dibuat terpaksa meninggalkan pekerjaan di luar keinginanmu sendiri karena perilaku perusahaan.

Kamu harus mencoba dan menyelesaikan masalah apa pun dengan berbicara kepada atasan untuk menyelesaikan perselisihan.

Jika kamu memiliki kasus untuk pemecatan konstruktif, kamu harus segera meninggalkan pekerjaanmu.

Atasanmu mungkin berpendapat bahwa dengan tetap bekerja di sana, berarti kamu memvalidasi perilaku atau perlakuan bejat tersebut.”*(Feb)

Exit mobile version