Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, Februari 5, 2023
redaksi@topcareer.id
Profesional

Job Ini Sudah Hilang Ditelan Zaman, ada yang Tahu? (Bagian 2)

Dok/Navy MuseumDok/Navy Museum

Topcareer.id – Pernahkah kamu membayangkan bahwa ada pekerjaan yang jaman dahulu cukup populer namun kini sudah tidak ada akibat perkembangan jaman yang semakin modern?

Beberapa pekerjaan yang kini telah tiada ini cukup unik bila dibandingkan dengan pekerjaan di masa kini, bahkan ada beberapa yang cukup berbahaya.

Dilansir dari mentalfloss.com, Rabu (08/01/2020) Berikut beberapa pekerjaan yang sudah tidak ada lagi di jaman sekarang.

Lanjutan dari bagian pertama artikel

Telegraphist
Telegraf dulu sangat dibutuhkan selama masa perang dan pekerjaan ini bergaji cukup tinggi.

Telegrafis diperlukan untuk pengiriman lintas darat dan laut. Ketika bentuk-bentuk komunikasi berkembang, telegraf enjadi ketinggalan zaman.

Penyampaian cepat informasi yang dihasilkan dari penemuan ini sangat mempengaruhi metode komunikasi manusia yang ada di jaman sekarang.

Pengirim pesan
Para pengirim pesan ini biasanya mengendarai sepeda motor.

Pekerjaan ini ada sekitar Perang Dunia I dan Perang Dunia II, tugas mereka yang menyampaikan pesan mendesak antara sesama militer.

Transmisi radio masa perang kala itu tidak stabil dan rentan terhadap penyadapan pada saat itu, maka kurir pesan dengan sepeda motor ini dinilai andal dan lebih disukai.

Baca juga: 7 Job Unik yang Ternyata Memang Ada

Bowling pinsetter
Pinetters ini sering disebut sebagai pin boys karena biasanya anak laki-laki yang dipekerjakan.

Jobdesnya sederhana, mereka cukup nongkrong saja di ujung jalur bowling dan secara manual mengatur ulang pin yang dijatuhkan.

Ketika mesin pinetters otomatis mulai muncul di awal abad ke-20, pekerjaan ini langsung menghilang begitu saja.

Sales buku door to door
Pada abad ke-18 dan 19, beberapa penjual buku melakukan perjalanan dari pintu ke pintu untuk menawarkan buku.

Mereka lebih memilih cara seperti ini daripada mendirikan kios atau toko buku.

Mereka akan berkeliling membawa sampel buku dan ilustrasi yang mereka tawarkan untuk mempromosikan buku yang mereka jual.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan