Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Desember 2, 2022
redaksi@topcareer.id
LifestyleTren

Tips Menyelamatkan Diri Saat Gempa Bumi dari Dosen UM Surabaya

Ilustrasi gempa bumi-earthquake.Ilustrasi gempa bumi-earthquake. (Pexels)

Topcareer.id – Bencana gempa bumi yang melanda Cianjur pada Senin (21/11/2022), menimbulkan kerusakan parah di mana-mana. Termasuk juga jatuhnya ratusan korban jiwa. Indonesia memang pada dasarnya merupakan negara yang rawan terhadap terjadinya bencana gempa.

Hal itu lantaran Indonesia terletak di tiga lempeng aktif dunia, yakni lempeng Pasifik, lempeng Indo-Australia, dan lempeng Euroasia.

Menurut Dosen Bencana dan Keperawatan Gawat Darurat FIK UM Surabaya Agung Wijaya, bencana gempa bumi diakibatkan adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng – lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga sangat besar.

Kekuatan getaran ditimbulkan akibat pelepasan tenaga pada saat pergeseran lempeng. Dampak yang ditimbulkan akibat bencana gempa bumi sebagian besar, merupakan sebuah kerusakaan bangunan, korban luka ringan dan berat hingga korban meninggal dunia.

Agung menjelaskan bencana gempa bumi tidak dapak dihindarkan ataupun dilawan, melainkan perlu dilakukan adaptasi lingkungan, dengan cara selalu tanggap, tangkas dan tangguh.

Menurutnya, saat terjadi gempa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya yang pertama jangan panik dan tetap tenang.

“Jika terjadi gempa segera berlindung di bawah meja yang keras atau perabot yang kokoh, bila tidak ada meja lindungi kepala menggunakan alas keras atau bantal,” kata Agung dikutip dari laman resmi UM Surabaya, Selasa (22/11/2022).

Baca juga: Menpan RB Jabarkan 3 Opsi Solusi Penyelesaian Tenaga Non-ASN

Agung menghimbau untuk menjauhi jendela, perabot , atau benda yang bersifat tajam dan dapat melukai. Saat terjadi gempa, penting juga untuk menghindari struktur bangunan yang terlihat mudah roboh dan rapuh.

Ia menegaskan untuk tidak keluar sebelum guncangan benar-benar berhenti dan kondisi aman.

“Jika berada di kantor jangan menggunakan lift, biasanya saat gempa besar menyebabkan listrik mati, hal ini untuk menghindari seseorang agar tidak terjebak di dalam lift dan tidak bisa keluar,” ujarnya.

Lebih lanjut lagi, ia menjelaskan apabila berada di luar, jauhi gedung, papan reklame, tiang dan pepohan yang tinggi.
Sementara apabila sedang berkendara dengan motor segera berhenti, rubuhkan motornya dengan tetap memperhatikan lingkungan sekitar juga aman.

Tidak hanya itu, Agung juga memaparkan beberapa hal hang harus dilakukan setelah terjadi gempa di antaranya: waspada gempa susulan, dengarkan informasi dari BNPB atau pihak yang berwenang terkait perkembangan bencana, hati-hati terhadap hoax, waspada terhadap benda-benda yang berisiko jatuh dan bantu korban ke lokasi yang aman.

“Bencana gempa bumi tidak dapat dihindari, tapi dapat disiapkan dengan cara sering melakukan latihan-latiahan kesiapsiagaan terhadap bencana bumi,”pungkas Agung.

Tinggalkan Balasan